
Diantara semua kata di Al-Fatihah, kami paling tertarik pada “Ar-Rahman ar-Rahim”. Bahkan kami sungguh senang nama-nama Allah SWT ini diulang dua kali. Seorang mukmin menyurati kami bahwa agama Islam dapat disimpulkan dengan dua kata, yaitu dua nama ini. Jika Sura Al-Fatihah mempunyai ‘jantung’, apakah dapat dikatakan “Ar-Rahman ar-Rahim” menjadi jantungnya?
Dua nama ini mengingatkan kami akan Sura Maryam, 5:21 dimana Isa Al-Masih disebut “Rachmat dari Allah.” Antara semua nama yang diberikan kepada Isa Al-Masih, nama inilah yang paling menghibur hati kami. Sikap rachmat dilihat dalam Isa Al-Masih dari segi kasih karunia-Nya: “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:16)
Karena Allah mengasihi kita, Ia mengutus Kalimat-Nya ke dunia. Kalimat Allah penuh rachmat. Ia melebihi Musa karena Musa hanya memberi Hukum Taurat. Isa Al-Masih, Kalimat Allah, membawa kasih karunia. Istilah lain untuk ‘kasih karunia’ ialah ‘anugerah.’ Kita manusia hanya dapat diselamatkan dari hukuman neraka oleh ‘kasih karunia,’ yaitu anugerah Allah.
Silakan merenungkan ayat suci yang indah ini: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.