default_mobilelogo

pujianSeringkali umat Islam dan Kristen memuji dan menaati Allah dengan terpaksa. Bagaimana mencintai Allah dapat menghasilkan ketaatan dan pujian yang ikhlas?

Kita Perlu Tahu Motivasi Pujian

Adakah manusia yang tidak senang menerima pujian? Namun satu pertanyaan penting untuk kita renungkan.  “Apakah pujian-pujian itu lahir dari kasih dan disampaikan dengan hati tulus, ataukah sekedar kewajiban?”

Pujian Kepada Allah, Karena Kasih Atau Perintah?

Ayat kedua dari Al-Fatihah adalah Al Hamdu Lilliahi [Segala puji bagi Allah]” (Qs 1:2). Menurut ayat ini setiap Muslim wajib memuji Allah.

Umat Muslim setidaknya tujuh belas kali mengulang kalimat pujian tersebut ketika sholat. Sayangnya, Allah tidak pernah mengukur jumlah Anda mengucapkan pujian bagi-Nya. Karena Dia menginginkan pujian yang lahir dari hati tulus karena kasih. Bukan sekedar taat pada ajaran agama.

Pujian Spontan Lahir dari Hati

Nabi Daud adalah salah satu nabi yang sering menyampaikan pujian bagi Allah. Setiap pujian yang disampaikannya terdengar tulus dan lahir dari hatinya. Bukan karena sebuah ketetapan atau aturan.

Hati Nabi Daud yang penuh kasih bagi Allah melahirkan pujian-pujian yang tulus bagi Dia. "Aku akan memuji-muji . . ., mengagungkan Dia [Allah]dengan nyanyian syukur" (Kitab Mazmur, 69:31).

Dalam hal ini Nabi Daud mengerti bahwa Allah menerima pujian yang spontan. Pujian yang berasal dari hati yang penuh kasih bagi Allah. Bukan pujian yang diberikan sebagai ketaatan kepada perintah.

Hanya dengan mencintai Allah, kita dapat memuji dan menaati-Nya dengan keikhlasan sempurna.

god loves youMengasihi Allah yang Penuh Kasih

Kitab Suci Allah mengajarkan untuk mengasihi Allah. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Injil, Rasul Markus 12:30).

Ketika Anda mengasihi seseorang, maka bukanlah hal sulit untuk memujinya bukan? Ketika kita mengasihi Allah dengan segenap hati, maka kita pasti dapat memuji-Nya dengan hati tulus. Bukan pujian karena aturan/perintah.

Jelas Allah bukanlah kekurangan kasih sayang, sehingga Dia membutuhkan pujian dari Anda. Pengikut Isa Al-Masih sudah menerima kasih Allah dalam diri Isa Al-Masih. Maka sudah sepatutnya kita juga mengasihi Allah dengan segenap hati.

Allah Menunjukkan Kasih-Nya Bagi Kita

Allah begitu mengasihi manusia berdosa. Maka Allah rela mengutus Isa Al-Masih, Kalimatullah ke dunia untuk menjadi manusia. Bahkan Dia harus wafat disalib untuk menanggung hukuman yang seharusnya manusia tanggung.

Semua Allah lakukan karena kasih-Nya yang begitu besar bagi manusia. . . . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya[Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa Allah ingin agar kita memuji Dia dengan tulus dan penuh kasih, bukan ketaatan yang terpaksa?
  2. Menurut Anda, dengan cara apakah seseorang dapat mewujudkan kasihnya kepada Allah?
  3. Selain kasih Allah secara jasmani, apakah kasih Allah yang terbesar yang pernah Anda alami?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# WA 082110056638 2014-04-08 19:26
~
Kalau yang anda maksud doa tersebut adalah Alfatihah, maka saya jelaskan secara "hakikat" Al-Fatihah bukanlah doa hafalan. Al-fatihah adalah doa yang diletakkan roh ilofi (malaikat jibril di dalam pengertian Muslim) dimulut hambanya.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2014-04-12 10:32
~
Saudara WA,

Benarkah Al-Fatihah bukan doa hafalan? Ketika SD, saya bersekolah di sekolah Islam. Sebagai sekolah Islam, kami murid-murid non-Islam (hanya ada beberapa) wajib mengikuti setiap aturan sekolah termasuk pelajaran agama Islam.

Saya masih ingat betul bagaimana kami diajar oleh guru agama menghafal Al-Fatihah. Setiap pagi kami melantunkannya sebelum pelajaran dimulai. Saya sendiri, walau sudah lama meninggalkan sekolah itu, masih hafal betul surah ini di luar kepala. Bagaimana tidak, selama enam tahun setiap pagi saya mengucapkannya. Apakah doa Al-Fatihah yang kami ucapkan setiap pagi itu keluar dari hati kami? Belum tentu! Bisa saja hanya sekedar hafalan, bukan?

Ketika kita mengucapkan sebuah kalimat/doa secara berulang-ulang sebanyak 17 kali sehari, di sepanjang umur kita, masih dapatkah dikatakan kalimat tersebut keluar dari hati? Demikian juga ketika seseorang mengucapkan al hamdu lilliahi, apakah tidak mungkin ucapan itu hanya spontanitas?
~
Saodah
# WA 082110056638 2014-05-17 16:37
~
Anda harus memisahkan antara pengertian sareat dan pengertian hakikat. Secara sareat boleh jadi Al-Fatihah bisa dihafal. Apa yang saya jelaskan di atas adalah pengertian hakikat. Sareat itu wadah, aturan, dogma, hukum. Hakekat itu isi, ruh.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2014-05-22 16:55
~
Saudara WA,

Melihat penjelasan saudara di atas, antara saret dan hakikat, manakah yang sebenarnya diwajibkan. Apakah Al-Fatihah dianggap sebagai sareat, yaitu sebagai doa hafalan, atau hakikat?

Bagaimana saudara menyikapi fakta yang ada. Bahwa umumnya (walaupun tidak semua) umat Muslim memandang Al-Fatihah sebagai doa yang wajib dihafal.
~
Saodah
# Pengamat 2014-05-17 16:41
~
To Nasrani: Anda mengatakan doa yang anda panjatkan, keluar dari hati. Bagaimana dengan doa "Bapa Kami" yang anda panjatkan tiap minggu di gereja? Bukankah itu hafalan! Sesuatu yang hafalan tidak mungkin keluar dari hati.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2014-05-22 16:55
~
Saudara Pengamat,

Memang benar dalam Injil ada yang disebut dengan doa “Bapa Kami.” Dan orang Kristen memang sering menaikkan doa ini. Tetapi, saudara salah bila mengatakan bahwa kami mengucapkan doa ini setiap minggu di gereja.

Doa “Bapa Kami” adalah doa yang diajarkan oleh Yesus. Bukan doa yang diwajibkan untuk didoakan setiap minggu. Yesus memberi contoh doa ini, untuk mengingatkan pengikut-Nya, agar ketika mereka berdoa, doa yang mereka naikkan tidak bertele-tele.

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan”
(Injil, Rasul Besar Matius 6:7).
~
Saodah
# Bobo 2014-06-24 20:29
~
To admin,

Masa sih anda meyakini cinta kasih? Bukannya di dalam Alkitab anda, penebusan dosa hanya untuk Yesus? Tidak fear doang, katanya cinta, kok Yesus diberi hukuman gara-gara anda berbuat dosa? Seharusnya anda yang berbuat, anda juga yang bertanggung-jaw ab. Itu baru fear.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2014-06-26 12:15
~
Saudara Bobo,

Bila melihat kepada hukum dunia, memang apa yang saudara katakan itu benar. Siapa yang berbuat, dia yang menanggung akibatnya.

Namun, hukum Tuhan berbeda dengan hukum manusia. Karena Allah adalah Tuhan yang Maha Kasih. Bila Dia menerapkan hukum manusia (dan harus fear seperti yang saudara sampaikan) maka dapat dipastikan seluruh manusia tidak seorangpun layak masuk sorga.

Allah adalah Kasih. Dia tidak ingin manusia binasa dalam neraka. Untuk itulah Kalimatullah datang ke dunia dalam rupa manusia. Mati di kayu salib untuk mendamaikan manusia dengan Allah.

Apakah menurut saudara amal, ibadah, dan pahala sudah fear untuk masuk sorga? Jelas tidak! Karena manusia sudah terikat oleh dosa, maka manusia tidak dapat lepas dari dosa. Sebanyak apapun pahala seseorang, tetap tidak cukup untuk membawa dia ke sorga.

Renungkanlah ayat ini, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
Saodah
# TERORIS 2016-02-01 23:31
~
Penekanan ajaran Islam hanya kepada keta'atan, mengasihi Allah, Muhammad serta Al-Quran saja. Tetapi tidak kepada sesama manusia. Islam jauh lebih penting dari pada manusia.
# kageyama 2017-02-08 20:20
trkait apa yg anda tlah katakan bhw pencantuman kata "bapa kami" dlm doa yg d ajarkan yesus, apakah ada buktinya bhw yesus mngajarkan kalian berdoa demikian? apakah yg kalian berdoa dengan cara bernyanyi jg ajaran yesus? bukankah bernyanyi yg kalian sebut sbg berdoa adlh hafalan semata yg tdk tulus dr hati? lol
# Ibrahim 2017-02-11 22:41
1) Jika orang kristen paksa saya memuji manusia yg telanjang dikayu salib = tiada gunanya (Matius 7:22)

2) Tunduk pada perintah dan menjauhi larangan Allah (Matius 19 : 17-21)

3) Kasih terbesar adalah mengenal satu-satunya Allah yang benar (Yohanes 17:3)
 
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran
Pendaftar akan menerima secara cuma-cuma "Buku Doa Nabi-Nabi" yang membuat doa-doa kunci para nabi.
 
 

Kami mengirim email berkala. Anda bisa keluar kapan saja
Kebijakan privasi kami melindungi keamanan email Anda 100%