default_mobilelogo

menangggung bebanMemang seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain. Sebab kita akan menanggung hukuman dosa kita sendiri. Siapakah penebus yang berkuasa menanggung hukuman dosa kita?

Apakah Islam Mengajarkan Penebusan?

Islam mengajarkan konsep penebusan/kafarat, yaitu suatu cara pengganti untuk menebus kesalahan (dosa) yang dilakukan secara sengaja. Asal kata kafarat ialah kafara (menutupi sesuatu). Yaitu denda yang wajib ditunaikan karena suatu perbuatan dosa.

Tujuannya untuk menutup dosa itu. Sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang ia perbuat, baik di dunia maupun di akhirat.

Mengapa Tidak Ada Penebus Bagi Dosa Umat Islam?

Surah keenam dari Al-Fatihah berbunyi, “tunjukilah kami jalan yang lurus.” lagi Al-Quran menuliskan,“Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (Qs 6:164). Kristen juga setuju bahwa seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.  Kita akan menanggung hukuman dosa kita masing-masing di neraka kekal.

Manusia tidak dapat menanggung hukuman dosanya orang lain, sebab mereka akan menanggung hukuman dosanya sendiri.

Bagaimana Relasi Hukuman Dosa dan Kebutuhan Kafarat?

Dapatkah kita menutupi semua dosa kita dengan perbuatan baik?
Bagaimana dengan dosa kita yang terakhir menjelang kematian yang belum sempat kita bayar dendanya?

Maukah kita disiksa di neraka karena dosa-dosa kita?

Jelas kita tidak mau disiksa di neraka kekal. Kita juga tidak sanggup menutupi semua dosa kita. Itu artinya kita membutuhkan kafarat/penebus yang mau menanggung hukuman dosa kita?

Apa Syarat Menjadi Kafarat?

Untuk dapat menanggung hukuman dosa orang lain, seseorang haruslah suci atau tidak berdosa satupun. Benarkah Muhammad suci tanpa dosa?

Yang jelas Muhammad tidak pernah mengaku dirinya sebagai penebus umat Islam.

darahSiapakah yang Berkuasa Menjadi Penebus/Kafarat?

Isa Al-Masih, Kalimatullah, rela dan layak menjadi kafarat/penebus jiwa umat manusia. Isa nuzul menjadi manusia yang suci, tanpa satu dosapun. Anda dapat membaca kehidupan-Nya dalam Injil Allah (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes).

Isa yang suci rela dan layak untuk mati tersalib guna menggantikan hukuman dosa manusia. Yaitu kematian kekal di neraka. Jadi kematian Isa Al-Masih menggantikan hukuman kematian kekal karena dosa manusia.

Injil Allah menerangkan “. . . di dalam Dia [Isa Al-Masih] dan oleh darah-Nya [penyaliban-Nya] kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, . . . ” (Injil, Surat Efesus 1:7).

Melalui penyaliban-Nya, Isa  menutupi, mengampuni dan menghapus dosa. “ . . . Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Manakah Pilihan Anda?

Jika Anda tidak ingin disiksa di neraka kekal karena dosa-dosa Anda, maka wajib beriman kepada Isa Al-Masih. Maka Ia akan mengampuni dosa Anda dan menjamin hidup kekal di sorga-Nya.

Jika ada pertanyaan akan topik ini, Anda dapat menghubungi kami di sini.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa para nabi dan manusia tidak dapat menanggung hukuman dosa orang lain?
  2. Mengapa manusia sangat membutuhkan kafarat/penebus bagi dosa-dosanya?
  3. Bagaimana Isa Al-Masih menjadi penebus/kafarat bagi umat manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# MOHAMMAD IRFAN 2017-06-02 09:13
~
Tolong, jangan membeda-bedakan agama. Mana yg kalian percaya itu lah yg kalian ikuti jalannya. Kita masing-masing memiliki kepercayaan. Minta tolong jgn selalu membedakan Islam dgn Kristen. Jangan hanya mengadu domba antar agama.
Terimakasih..wassalam
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-06-08 23:31
~
Saudara Mohammad Irfan,

Sepertinya sdr sudah salah paham, kami tidak bertujuan mengadu domba. Tujuan situs ini adalah untuk memperkenalkan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya berdasarkan keutuhan Firman Tuhan. Kiranya sdr sudah membaca artikel di atas dengan teliti sehingga tidak salah paham.
~
Daniar
# Muhammad Rivky A 2017-06-05 22:54
*****
Assalamu 'alaikum, saya berkenan menjawab pertanyaan kedua.

Kafarat adalah suatu cara untuk menggantikan suatu kewajiban dengan alasan tidak disengaja atau disengaja dengan alasan yang 'pasti'. Seperti contohnya orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena uzur/memiliki kepayahan dan lain-lain, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan wajib menggantinya dengan kafarat tersebut seperti contohnya memberi makan anak yatim, maka terbayarlah kewajibannya itu.

Dan bagi orang yang dengan sengaja meninggalkan kewajibannya tersebut dengan alasan ingin menikmati dunia maka dosa yang besar dan azab-lah jawabnya. Dia akan selamat apabila bertaubat dengan 'sungguh-sunggu h' dan membayar kafaratnya. 

Sungguh itu kemudahan agar manusia hidup bijak dan dewasa.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-06-08 23:33
~
Saudara Muhammad Rivky,

Terima kasih sudah berkenan memberikan jawaban dari pertanyaan di atas.

Menurut sdr kafarat untuk membayar kewajiban yang tidak dapat dilakukan, juga untuk membayar dosa besar. Kafarat yang bagaimanakah yang dapat membayar dosa yang besar dan semua dosa kita? Kiranya sdr berkenan menjelaskannya!
~
Daniar
# #Ayat2 Palsu# 2017-06-13 10:12
~
Sdr Daniar,

Kelihatannya Sdr sampai saat ini belum mengerti juga bagaimana caranya membayarnya. Perlu sdr ketahui baik dosa besar maupun dosa kecil semuanya itu hasil kesalahan setiap individu kepada Allah. Dalam agama lslam dosa seseorang dapat diampunkan Allah dengan bertobat. Maka sebaik2 manusia adalah bertobat sesudah melakukan/menga kui kesalahan terhadap Allah SWT. Karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-06-16 21:33
~
Saudara Ayat2 Palsu,

Cara membayar dosa-dosa sdr dengan bertobat. Melakukan dosa lalu mengakui pada Allah, trus dosa dihapus begitu?

Kamipun percaya bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Tapi Allah juga Maha Adil bukan? Bagaimana Allah dapat disebut adil bila membiarkan dosa tidak dihukum.

Melalui penyaliban-Nya, Isa  membayar, mengampuni dan menghapus dosa. “ . . . Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Sehingga kasih Allah dinyatakan dengan memberikan jalan keselamatan dan keadilan Allah dinyatakan dengan menghukum dosa di dalam Isa Al-Masih.
~
Daniar
# djati 2017-07-02 05:26
~
Dosa kok ditebus pakai darah, hemm aneh bin ajaib.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-07-03 15:39
~
Saudara Djati,

Bukan dosa yang ditebus, tapi jiwa orang berdosa yang ditebus dari hukuman atas dosanya. Menurut sdr, orang berdosa ditebus dengan apa?

Bila sdr membaca Kitab Taurat sdr akan mengetahui bahwa Allah memberikan aturan korban untuk membersihkan dosa. Itu sebabnya nenek moyang kita selalu melakukan korban binatang domba lembu untuk keselamatan. Sebab tanpa penumpahan darah tidak ada pembersihan dosa. "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Injil, Surat Ibrani 9:22).

Namun korban darah binatang harus dilakukan berulang-ulang dan hanya bagi yang memberi korban. Tapi Allah memberikan jalan agar semua manusia dapat ditebus dari hukuman dosa. Yaitu melalui kematian Isa Al-Masih di kayu salib yang telah mencurahkan darah-Nya untuk menebus manusia dari hukuman dosa.

“Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, Surat Ibrani 9:28).
~
Daniar
# Andrie 2017-07-22 02:16
~
Tidak semua dosa dapat ditebus dengan kafarat. Karena nanti di sana ada timbangan amal kita di dunia. Tidak ada penebusan dosa, melainkan taubat dan tidak mengulanginya.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-08-01 00:03
~
Saudara Andrie,

Menurut sdr tidak semua dosa dapat ditebus dengan kafarat, lalu dengan apakah semua dosa dapat dihapus? Lagi, ada timbangan amal. Apakah timbangan amal sdr dapat menghapus semua dosa sdr? Lagi, taubat dan tidak mengulanginya. Mustahil manusia tidak mengulangi dosa yang sama. Dapatkah kita tidak lagi berbohong, bergosip, membenci sesama/kafir, iri hati, dan sebagainya?

Nah, dari tiga cara yang tidak ada kepastian tersebut bukankah membuktikan kita membutuhkan kaf arat/penebus yang mau dan dapat menanggung hukuman semua dosa-dosa kita, bukan?
~
Daniar
# Budi 2017-07-23 15:15
~
Allah itu maha adil, makanya setiap dosa ya ada hukumannya setiap kebaikan ya ada ganjarannya. Wassalam. Allah adilkan.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-08-01 16:50
~
Saudara Budi,

Kami sependapat dengan sdr bahwa Allah itu maha adil, maka setiap dosa ada hukumannya. Demikian Isa yang suci rela dan layak untuk mati tersalib guna menggantikan hukuman dosa manusia. Yaitu kematian kekal di neraka. Keadilan Allah dinyatakan dengan menghukum dosa di dalam Isa Al-Masih.

Injil Allah menerangkan “. . . di dalam Dia [Isa Al-Masih] dan oleh darah-Nya [penyaliban-Nya] kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, . . . ” (Injil, Surat Efesus 1:7). Jadi setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih beroleh penebusan.

Bagaimana dengan dosa sdr, apakah sudah dihukum untuk memenuhi keadilan Allah?
~
Daniar
# anda stress 2017-08-03 19:01
~
Injil itu pembawanya Nabi Isa, kenapa anda staff IDI menerangkan kepada kami kalau ada kata-kata dalam Injil bahwa Nabi Isa itu menebus umat manusia. Sedangkan anda sepakat kalau pembawa Injil Nabi Isa. Kenapa ada ayat tentang penebusan dosa tapi setelah pembawanya wafat/pergi. Penjelasannya ini sangat tidak masuk akal.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-08-16 05:04
~
Saudara Anda Stress,

Menurut sdr tidak masuk akal, itu karena sdr belum paham tentang Injil. Untuk itu silakan baca penjelasan kami di link ini tinyurl.com/ydfosekd. Kiranya sdr dapat mengerti.

Bila kurang jelas dan ada pertanyaan silakan hubungi kami di . Staf kami akan memberikan penjelasan secara detail.
~
Daniar
# Elysa 2017-08-04 15:41
~
Saya tidak jawab per poin.

Setiap admin melontarkan pertanyaan, saya pribadi merasa betapa rindu si Admin akan Islam. Entah disadari atau tidak. Semoga segera diberi hidayah.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-08-16 05:06
~
Saudara Elysa,

Terima kasih atas komentarnya. Harapan kami sdr juga berkenan memberi tanggapan atas pertanyaan-pert anyaan di atas.

Terima kasih juga atas doanya. Kami telah menerima hidayah dengan beriman kepada Isa Al-Masih yang mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal. Dan itu berlaku juga bagi semua orang.
~
Daniar
# Muslim Indonesia 2017-08-30 20:03
~
Assalamualikum,

Menurut saya penebusan dosa yang dilakukan oleh Yesus itu membuat orang-orang melakukan hal yang merugikan. Karena mereka berpikir bahwa seluruh dosanya dapat dihapus. Sehingga menjadikan mereka bertindak seenaknya sendiri.
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-09-12 05:13
~
Saudara Muslim Indonesia,

Terima kasih atas komentar sdr.

Sdrku, itu adalah pemikiran yang salah. Penebusan yang dilakukan Isa Al-Masih bukan ijin untuk berbuat dosa atau seenaknya hidup dalam dosa. Sekarang coba renungkan! Apakah seorang yang bertobat akan hidup dalam dosa atau berbuat yang merugikan karena dosanya diampuni, tidak bukan?

“Ia [Isa Al-Masih] sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran” (Injil, Surat 1 Petrus 2:24). Setelah menerima anugerah keselamatan dari Isa Al-Masih maka harus hidup dalam kesucian.
~
Daniar
# Malaikat Natal 2017-09-09 01:06
*****
1. Ya karena para nabi Masih berdosa, termasuk Muhammad sendiri.

2. Ya tanpa penebus/kafarat tidak ada manusia masuk sorga, termasuk Muhammad. Terbukti tanpa Isa Al-Masih Muhammad menerima Qs 19:71

3. Sesuai dengan ucapan-Nya: "Barangsiapa percaya kepada Isa Al-Masih, ia melihat hidup, barang siapa tidak taat kepada Isa Al-Masih, ia tidak melihat hidup, melainkan murka Allah tetap di atasnya," Rasul Yohanes 3:36. Intinya Kita harus "Percaya dan Taat".
# Staff Isa dan Al-Fatihah 2017-09-14 06:21
*****
Saudara Malaikat Natal,

Terima kasih atas jawaban-jawaban sdr di atas.

Manusia berdosa, manusia tidak dapat melakukan dengan sempurna perintah dan larangan Allah. Maka agar selamat manusia mutlak membutuhkan rahmat Allah. Karena kasih-Nya, Isa Al-Masih rela mati tersalib guna menanggung hukuman dosa manusia. Isa Al-Masih menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal bagi setiap orang yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.
~
Daniar
 
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran
Pendaftar akan menerima secara cuma-cuma "Buku Doa Nabi-Nabi" yang membuat doa-doa kunci para nabi.
 
 

Kami mengirim email berkala. Anda bisa keluar kapan saja
Kebijakan privasi kami melindungi keamanan email Anda 100%