“Kami membutuhkan jaminan keamanan! Seluruh kru harus kembali dengan selamat.”
Ini adalah perkataan tim peneliti yang hendak pergi ke pedalaman hutan Amazon. Mereka sadar ada banyak bahaya dalam hutan tersebut. Sehingga membutuhkan pemandu berpengalaman yang mampu memastikan keamanan mereka.
Dalam hidup ini kita juga rindu ada jaminan keamanan. Kita mau selamat di perjalanan, memiliki badan yang sehat dan sebagainya. Terlebih lagi kita mau ada jaminan keamanan di akhirat.
Sehubungan dengan hal ini ada salah satu Asmaul Husna, atau Nama Allah. Makna Al-Mu’min adalah Allah yang memberi keamanan.
Apakah kita rindu mendapat rasa keamanan saat ini, dan juga jaminan keamanan di surga? Mari kita bahas makna Al-Mu’min.
Manusia Perlu Jaminan Keamanan
Suatu kali saya bertamu ke rumah teman. Kita banyak bercakap-cakap dan menonton televisi bersama.
Ada tayangan dalam siaran televisi kabel tentang ekspedisi peneliti ke hutan Amazon. Di dalam hutan itu ada berbagai tumbuhan dan hewan eksotis. Sehingga mereka ingin mempelajarinya.
Namun tantangan sangat besar. Ada banyak hewan predator. Baik di darat, sungai, maupun di pepohonan. Bahkan ada berbagai tumbuhan beracun.
Karena itu para peneliti ini mencari pemandu berpengalaman. Mereka sangat menekankan pentingnya jaminan keamanan.
Tiba-tiba saat menonton, ada teman saya berceloteh. “Mereka khawatir sekali akan keselamatan. Padahal hanya ke hutan di bumi. Sedangkan kita saja dalam perjalanan ke surga, tidak mendapat jaminan keamanan.”
Hal ini sontak menimbulkan tawa. Namun juga memicu percakapan selanjutnya.
Ada teman lain merespon. “Kita punya jaminan keamanan. Makna Al-Mu’min, menyatakan hal ini.”
Pembicaraan kami saat itu menjadi berkembang dan menarik. Kami membahas makna Al-Mu’min dan relevansinya bagi kita sekarang ini.
Makna Al-Mu’min: Jaminan Keamanan?
Makna Al-Mu’min berarti Allah Maha Pemberi Keamanan dan Maha Membenarkan. Allah adalah sumber utama keamanan bagi seluruh makhluk-Nya. Ia memberikan ketenangan hati dari rasa takut dan kezaliman di dunia maupun akhirat.
Secara bahasa, makna Al Mu’min berasal dari kata amina. Berarti pembenaran, ketenangan hati, dan aman.
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara . . .” (Qs 59:23).
Mendalami nama Allah ini seharusnya memberikan ketenangan. Kita tidak perlu takut azab-Nya. Namun benarkah demikian?
Ini adalah pertanyaan mendasar yang muncul dalam diskusi saya dengan teman-teman. Banyak dalil agama menyatakan kita malah perlu hidup dengan rasa takut azab dan neraka.
Makna Al-Mu’min Bersyarat
Pendalaman lebih lanjut memang mengungkapkan tidak ada jaminan keamanan akhirat. Karena dalam pandangan agama, bumi ini adalah tempat ujian.
Di sini kita harus belajar taqwa, berusaha mentaati perintah-Nya. Semua amal ibadah kita akan diperhitungkan. Terlebih lagi juga semua dosa kita akan ada hukumannya.
Jadi makna Al-Mu’min bukan berarti jaminan pasti aman. Melainkan bersyarat. Hanya dapat dinikmati oleh mereka yang taqwa.
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs 6:82).
Pada kenyataannya kehidupan sangat dinamis. Kita manusia lemah dan berbuat banyak khilaf dan dosa.
Agama menegaskan tidak mungkin kita bisa tahu bagaimana penilaian-Nya terhadap kita. Sehingga mustahil mendapatkan kepastian ketenangan akhirat.
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (Qs 7:99).
Bahkan Para Nabi Tidak Merasa Aman
Keadaan ini tidak terbatas hanya umat biasa. Karena para nabi juga tidak mendapat jaminan keamanan.
Contoh paling sederhana adalah dari Nabi Ibrahim. Walaupun beliau telah mentaati Allah sedemikian rupa. Ia sampai rela mempersembahkan anaknya, tapi tetap tidak merasa aman.
Menurut Al-Quran, pada hari tuanya, Nabi Ibrahim memohon jaminan keamanan. “Dan Yang amat kuinginkan (Ibrahim) akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat” (Qs 26:82).
Contoh lainnya, bahkan dari Nabi Islam sendiri. Beliau terus berdoa berulang kali. Ia meminta agar hatinya teguh dan tidak sesat.
“. . . apakah doa Rasulullah yang paling sering, apabila ada padamu? . . . Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu” (Sunan Tirmidzi 3444).
Dalam riwayat Hadis lain kita bisa melihat alasannya. Karena manusia tidak mendapat jaminan keamanan melalui amalnya (Shahih Muslim 5038).
Makna Al-Mu’min dalam Agama
“Jika demikian keadaannya, apa makna Al-Mu’min bagi kita?” Tanya seorang teman. Karena ia merasa tidak nyaman dengan penjelasan yang ia dapatkan.
Jawabannya, dalam agama memang kita manusia tidak mendapat jaminan keamanan di bumi. Yang ada hanyalah Allah menjamin keamanan dan kedamaian di surga.
Hal ini baik namun tetap mengkhawatirkan. Karena justru masalahnya adalah bagaimana kita mampu mencapai surga.
Ada begitu banyak “bahaya perjalanan.” Kita mudah tersesat atau celaka dalam proses mencapai surga.
Jaminan Keamanan Allah
Keadaan ini sama seperti rombongan peneliti hutan Amazon. Keamanan perjalanan mereka adalah tantangan terbesarnya. Mustahil mereka mampu mencapai tujuan dengan usaha sendiri.
Solusi dari pemerintah Brazil adalah memberikan pemandu berpengalaman. Ia mampu menjamin keamanan karena adalah orang asli daerah itu. Ia sangat familiar dengan keadaan alam, cuaca dan hewan di sana.
Ia mengetahui jalan setapak ini berbahaya atau aman. Ia dapat menginformasikan, dahan pohon tertentu jika ditebang akan mengeluarkan air aman diminum jika darurat kekurangan air. Atau tumbuhan lainnya sangat beracun, jangan sampai tersentuh tangan.
Sehingga ada jaminan keamanan untuk rombongan peneliti. Karena mereka mendapat pertolongan dari pemandu yang adalah orang setempat.
Demikianlah Allah memberikan jaminan keamanan. Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia. Inilah pribadi Isa Al-Masih.
Isa Al-Masih lah yang memberikan jaminan keamanan. Ia adalah pemandu sejati yang mampu membawa kita selamat sampai tujuan, yaitu surga.
“Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya. Selain itu, tak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Yahya 10:28).
Penggenapan Makna Al-Mu’min
Tentu hal ini terasa asing bagi beberapa orang yang mendengarnya. Banyak yang melihat Isa hanya sebagai nabi Allah.
Namun coba pertimbangkan, kecuali Adam, yaitu manusia pertama, hanya Isa Al-Masih satu-satunya manusia yang tidak memiliki ayah jasmani. Ia lahir dari rahim perawan Maryam.
Selanjutnya Isa memiliki karakteristik unik. Karena hanya Dia satu-satunya Pribadi suci dalam Al-Quran (Qs 19:19).
Isa Al-Masih juga menunjukkan atribut keilahian-Nya. Ia terangkat ke surga dalam keadaan hidup. Nantinya Ia akan datang kembali sebagai hakim adil.
Isa adalah pemandu yang mampu membawa kita ke surga Allah. Karena Ia adalah penjelmaan Kalimat Allah menjadi manusia.
Ia menjadi satu-satunya jalan lurus selamat. Hanya Dia yang dapat menjamin keamanan pasti sampai tujuan.
Karena itu hanya Isa yang dapat memenuhi makna Al-Mu’min. Isa sendiri dapat disebut sebagai Al-Mu’min.
“Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, orang yang mendengarkan perkataan-Ku serta percaya . . . memperoleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum. Ia sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Yahya 5:24).
Kita akan mendapat jaminan keamanan Allah. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa. Kita mengimani Isa yang memandu kita. Selanjutnya kita mengamalkan ajaran kebenaran-Nya.
Hidup dengan Jaminan Keamanan
Memang benar manusia membutuhkan jaminan keamanan. Makna Allah Al-Mu’min sangat penting. Namun kita manusia sulit mendapatkannya.
Kita hanya bisa mendapatkan jaminan keamanan akhirat melalui bimbingan dan rahmat Allah sendiri. Hal ini terpenuhi dalam Isa Al-Masih.
“Karena jika dengan mulutmu kamu mengaku bahwa Isa adalah Junjungan Yang Ilahi, dan di dalam hatimu kamu percaya bahwa Ia telah dibangkitkan Allah dari antara orang-orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Injil, Surat Rum 10:9).
Maukah Anda mendapatkan jaminan keamanan Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa sekarang!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Mukjizat Nabi Allah Menyatakan Jalan Ke Surga
- Cara Mendapat Hidayah dari Allah Agar Tidak Tersesat
- Adakah Jalan Allah Dalam Surat Al-Fatihah Untuk Keselamatan?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana menurut Saudara kedalaman makna Al-Mu’min?
- Dapatkah manusia berdosa memperoleh jaminan keamanan akhirat saat kita ada di bumi?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Isa Al-Masih adalah sang “pemandu sejati” yang pasti mampu memberi jaminan keamanan akhirat?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
