Mengenal dekat artis yang kita sukai saja sulit, bahkan mustahil. Bagaimana cara kita mengenal Allah?
Kita bisa menjadi fans berat artis lokal maupun luar negeri. Kita mengetahui banyak hal tentangnya. Hafal jadwal konser, makanan kesukaan, cara berpakaian dan sebagainya.
Juga kita mengumpulkan berbagai barang koleksi. Misalnya ada yang memiliki poster, kaos dan tas bergambar artis tersebut.
Namun mustahil mengenal mereka secara pribadi. Paling banter kita ada kesempatan untuk bertemu langsung dan minta foto bersama. Seringkali membutuhkan usaha yang sangat besar ataupun mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkannya.
Jika demikian sulit mengenal artis dunia, bagaimana cara kita mengenal Allah? Bukankah Ia adalah Maha Tinggi. Dan kita manusia penuh dosa di bumi ini.
Mari kita lihat bagaimana cara kita mengenal Allah. Agar kita dapat mendekat pada-Nya dan mendapat keselamatan di akhirat.
Dalam Islam: Wajib Mengenal Allah
Dalam agama Islam, ada banyak pandangan mengenai hal ini. Namun sebagian besar sepakat bahwa umat wajib mengenal Allah. Karena mengenal-Nya adalah sumber ketentraman dunia dan akhirat.
Berbagai ulama menjelaskan bahwa memang kewajiban mengenal Allah tidak ada dalil eksplisitnya. Tetapi pemahaman diambil dari perintah untuk beriman dan beribadah kepada-Nya.
Tujuannya agar kita memahami apa yang Dia perintahkan. Sehingga dapat beribadah dengan benar.
Mengetahui hal ini membawa kita pada pertanyaan dasar. Yaitu jika demikian bagaimana cara kita mengenal Allah?
Bagaimana Cara Kita Mengenal Allah?

- Mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya.
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri . . .” (Qs 41:53).
Salah satu cara dengan mengamati ciptaan Allah di langit dan di bumi (seperti gunung, dan lautan). Karena semua itu merupakan tanda-tanda kebesaran-Nya.
- Mengenal-nya melalui Al-Quran dan As-Sunnah.
Mempelajari ajaran agama dan berbagai dalil dalam Al-Quran.
- Mengenal-Nya melalui nama-nama-Nya.
Karena tiap nama (Asmaul Husna) menjelaskan sifat-sifat-Nya.
Keterbatasan Mengenal Allah
Semua hal di atas memang terkesan baik. Namun ada teman saya memiliki kegelisahan. Ia menyatakan pada dasarnya mengenal Allah terasa “mustahil.”
Karena Allah ada di surga. Ia Maha Tinggi. Ia juga Maha Kudus.
Jauh berbeda dengan kondisi kita. Manusia hidup di bumi. Kita juga penuh dengan dosa dan kelemahan.
Hal ini membuat ada jurang pemisah sangat jauh. Perbedaan yang begitu besar.
Seumpama kita orang biasa. Namun kita menjadi penggemar berat artis Korea. Tentu sangat sulit kita dapat mengenal mereka secara pribadi.
Walau kita punya banyak fotonya, hafal semua lagu mereka dan bisa menarikan gerakannya juga. Namun tetap saja kita tidak mengenal secara pribadi.
“Seberapapun uang yang kita keluarkan, tetap saja kita tidak akan diundang ke pesta ulang tahun mereka!” kata teman saya. Kami semua tertawa saat mendengarnya. Namun hal ini sangatlah benar.
Terlebih lagi hubungan kita dengan Allah. Semua amal baik yang kita lakukan terasa tidak akan cukup. Yaitu untuk membawa kita mengenal-Nya secara dekat.
Mengenal Allah dengan Keterbatasan
Lebih dalam, ada dalil yang meneguhkan keterbatasan manusia. Contohnya Nabi Islam mengakui keterbatasannya.
Suatu kali ia berkata: “. . . Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Qs 17:85).
Pada kesempatan lain ia mengakui: “Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib . . . ‘Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?’” (Qs 6:50).
Jika beliau saja mengakui keterbatasan ini, apalagi kita. Bagaimana cara kita mengenal Allah menjadi pertanyaan yang mustahil terjawab.
Akhirnya teman saya menyadari satu kesimpulan. Secara istilah ada perbedaan antara mengetahui dan mengenal.

Dalam hal ini mungkin lebih tepat dikatakan kita hanya dapat mengetahui tentang Allah. Namun mustahil kita mengenalnya-Nya secara dekat.
Ini Cara Kita Mengenal Allah
Saat itulah saya memberi pandangan. Saya katakan: “Ada cara!”
“Menjawab bagaimana cara kita mengenal Allah, memang mustahil dengan usaha kita. Namun mungkin jika Allah yang mendekatkan diri.”
Umat Nasrani percaya kita bukan sekadar dapat mengetahui Allah. Umat Nasrani percaya kita bahkan bisa sangat dekat. Yaitu diangkat menjadi “anak-anak-Nya.”
“Kamu tidak menerima ruh perhambaan sehingga kamu menjadi takut lagi. Tetapi, kamu telah menerima Ruh yang mengangkat kamu sebagai anak Allah . . .” (Injil, Surat Rum 8:15).
Hal ini sangat mengejutkan teman saya. Ia bertanya; “Bagaimana mungkin? Apakah kalian juga mengakui manusia penuh dosa dan Allah Maha Suci?”
Saja jelaskan, bahwa tentu saja kami mengetahui hal itu. Bahkan kami juga menyetujui keterbatasan manusia.
Namun Allah yang penuh kasih memberi jalan. Ia menyediakan pertolongan agar manusia berdosa bisa mendekat kepada-Nya.
Kami percaya Allah yang mengambil inisiatif. Allah dalam kemahakuasaan-Nya, membuat Kalimat Allah, menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih.
Melalui Isa, manusia mendapatkan jalan selamat dan pengampunan dosa. Sehingga kita dapat hidup mengenal Allah secara dekat.
“Tetapi sekarang, dalam Isa Al-Masih, kamu yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ . . . Dialah yang mendamaikan kita” (Injil, Surat Efesus 2:13-14).
Pilih Hidup Dekat atau Jauh dari Allah
Jadi bagaimana cara kita mengenal Allah? Jawabannya dengan mengikuti jalan yang Allah berikan. Karena Dialah yang mau mendekatkan diri kepada kita.

Jalan untuk mengenal Allah dimulai dengan mengimani Isa Al-Masih. Dialah perwujudan Kalimatullah. Melalui Isa kita mendapat ampunan dosa.
Selanjutnya kita menjadi pengikut-Nya dan mengamalkan ajaran-Nya. Dalam ajaran Isa kita dapat lebih lagi menjadi dekat kepada Allah. Bahkan ada kepastian surga bagi kita.
“Camkanlah! Betapa besar kasih yang dikaruniakan kepada kita . . . sehingga kita disebut anak-anak Allah . . . Al-Masih dinyatakan supaya Ia menghapus dosa-dosa manusia, dan di dalam Dia tidak ada dosa” (Injil, 1 Yahya 3:1, 5).
Dalam hidup ini maukah Anda mengenal Allah secara dekat? Allah menyediakan jalan-Nya. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Manifestasi dari Allah: Petunjuk dan Cahaya Bagi Mukmin
- Apakah Perbedaan Cara Mengenal Allah Melalui Al-Quran dan Injil?
- Cara Tepat Mengenal Allah Sang Pencipta Sejati
Video:
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa mengenal Allah sejati sangat penting bagi kita?
- Mengapa Isa Al-Masih kunci mengenal Allah yang tak kelihatan itu?
- Apakah bukti Allah sejati menurut artikel di atas?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Berikut ini dua link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


~
1. Mengapa mengenal Allah sejati sangat penting bagi kita? Supaya kita beriman dengan benar, supaya kita tidak tersesat dalam kegelapan, supaya kita terlepas dari Neraka kekal jahanam.
2. Mengapa Isa Al-Masih kunci mengenal Allah yang tak kelihatan itu? Karena barang siapa yang telah melihat Yesus Kristus ia telah melihat Allah.
3. Apakah bukti Allah sejati menurut artikel di atas?
Buktinya : “Barangsiapa percaya kepada Yesus Kristus, ia memperoleh hidup kekal(surga), barangsiapa tidak taat kepada Yesus Kristus, ia tidak melihat hidup(sorga), melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Injil Yahya 3:36).
Syaloom
@Luke
~
Saudara Luke,
Terimakasih telah menanggapi pertanyaan fokus di atas. Allah memperkenalkan Diri-Nya melalui Firman/Kalimat-Nya, Isa Al-Masih. Kabar baiknya, Dia berkuasa menolong segala pergumulan hidup Anda semua. Baik di dunia ini terlebih di akhirat. Pertolongan-Nya yang terbesar itu membebaskan manusia yang beriman kepada-Nya dari hukuman dosa mereka di neraka.
“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
Kiranya kabar baik ini dapat dialami banyak orang.
~
Daniar
~
1. Mengenal Allah sangat penting bagi kita, karena kita ciptaan-Nya. Bila kita semakin mengenal Allah, kita juga semakin mengenal diri kita dan mengapa kita diciptakan.
~
Saudara Rina,
Terimakasih telah menanggapi pertanyaan fokus di ruang ini. Kami sependapat dengan saudara, sebagai ciptaan kita seharusnya mengenal Pencipta kita dan mengetahui tujuan hidup kita. Sehingga apa yang kita lakukan di dunia ini bukanlah kesia-siaan.
“Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” (Injil, 1 Yohanes 5:20).
Pertanyaan kami, sudahkah saudara mengenal Allah Sang Pencipta saudara? Silakan memberikan penjelasannya.
~
Daniar
~
Jika melihat dengan mata dzahir maka semua itu Allah lah yang dibalik mata dzahir. Yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk kaumnya. Serupa manusia adalah manusia dan disebaliknya adalah kuasa Allah. Dan Allah tidak menyerupai apapun, yang terlihat hanyalah sebagian ke maha Esa annya. Mujizat para nabi adalah termasuk diantaranya. Maka yang celaka adalah mensifati sifat Allah dengan sifat yang tidak patut. Akal dan pikiranpun tidak akan mampu menjangkau Allah. Bahkan Nabi Muhammad saw juga dikaruniai apa yang ada pada Nabi Isa as. Maka kenalilah Muhammad saw.
~
Saudara Eko,
Kami sependapat dengan saudara bahwa akal dan pikiranpun tidak akan mampu menjangkau Allah. Sehingga kita tidak mungkin mengenal-Nya. Tapi syukur Allah yang diluar/yang melampaui akal kita telah memperkenalkan Diri-Nya melalui Firman/Kalimat-Nya, Isa Al-Masih. “. . . Jawab Yesus [Isa Al-Masih]: ‘. . . Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku [Isa Al-Masih], kamu mengenal juga Bapa-Ku [Allah]’” (Injil Rasul Besar Yohanes 8:19). “Aku [Isa Al-Masih] dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil Rasul Besar Yohanes 10:30).
Sehingga “… kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” (Injil, 1 Yohanes 5:20).
Bagaimana dengan saudara sudahkah saudara mengenal Allah yang saudara sembah?
~
Daniar
~
Boleh anda jelaskan apa makna Pecipta dan ciptaan?
~
Saudara Sangkar,
Kami kira saudara sudah mengerti maknanya, bukan? Baiklah kami tuliskan maknanya berdasarkan KBBI. Pencipta adalah yang menciptakan (mengadakan, menjadikan, membuat, dan sebagainya). Sedangkan ciptaan adalah yang diciptakan; hasil mencipta.
Bagaimana dengan saudara, apakah sudah mengenal Pencipta saudara? Bagaimana saudara mengenal-Nya? Silakan membagikan penjelasan saudara di sini!
~
Daniar
~
Kembalilah ke Alkitab wahai saudaraku, janganlah jadi bidat.
~
Saudara Santuy Pertus,
Terimakasih atas komentar saudara di ruang ini. Saudara Santuy, apa yang kami sampaikan di sini berdasarkan kebenaran dalam Alkitab. Menurut saudara adakah yang salah dari paparan dalam artikel di atas? Silakan memberikan penjelasan dan masukan! Dengan senang hati kami akan menerimanya.
Bagaimana dengan saudara, apakah sudah mengenal Allah yang saudara sembah?
~
Daniar
~
Sudahlah Nasrani : Sdr mengenal Allah sdr (Yesus) dengan bukti-buktinya (Ia berkata ” Akulah kebenaran”, mencipta, menghidupkan orang mati dsb) agar dapat dipercaya existensinya sebagai Allah, Roh Kudus.
Alkitab ditulis dengan bantuan Roh Kudus adalah melalui Alkitab, bukti sdr adalah pengikut ajaran manusia penulis Alkitab karena mengimani apa yang ditulis mereka di dalam Alkitab. Kalau Yesus adalah Allah, mengapa Allah sdr tsb tidak mau memperkenalkan dengan bukti-buktinya tsb? Agar dapat existensinya dipercaya sebagai Allah, langsung kepada seluruh umat manusia sehingga Ia hanya dapat dikenal dengan bukti -buktinya tsb agar dapat dipercaya existensinya sebagai Allah hanya melalui Alkitab.
~
Saudara Kebenaran,
Bukti bahwa Yesus/ Isa Al-Masih adalah Tuhan sangat jelas dalam Alkitab. Isa membuktikan siapa diri-Nya melalui setiap perkataan dan perbuatan-Nya.
Ia berkata, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup…”
“Akulah kebangkitan dan hidup…”
“Akulah Terang dunia…”
Semua perkataan Isa membuktikan siapa diri-Nya, bahwa Isa bukan manusia biasa tapi Ia adalah Allah, Firman yang menjadi manusia.
~
Noni