
Ketika kita mau pergi ke satu tempat, ada jalan yang benar dan jalan yang sesat. Dalam ajaran agama, juga ada jalan yang lurus dan jalan yang Allah murkai. Kita mengetahui hal ini dari Surat Al-Fatihah.
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Qs 1:6-7).
Umat Muslim sering mendoakan Al-Fatihah. Karena itu kita pasti sering memohon kepada Allah untuk mendapatkan jalan lurus-Nya. Dan tentu agar terhindar dari jalan murka-Nya.
Namun bisakah kita manusia berdosa menghindari murka Allah? Jika bisa, tentu kita ingin tahu bagaimana caranya.
Mari kita lihat cara menghindari murka Allah. Agar kita mendapat kedamaian hati karena mendapat kepastian rahmat Allah di akhirat.
Al-Fatihah Ayat 7 – Siapa yang Allah Murkai?
Ada berbagai perbedaan pandangan umat mengenai hal ini. Ada ulama yang mengajarkan bahwa umat Islam pasti akan masuk surga.
Seberapapun dosa umat pasti akan Allah ampuni. Sehingga orang yang Allah murkai adalah orang yang non-Muslim.
Namun banyak dalil lain yang membantahnya. Pertama, setiap umat pasti perlu melewati jembatan sirotol mustaqim. Dimana jika ada dosa, pastilah ia akan jatuh.
Hal ini menyiratkan kemustahilan, karena manusia pasti berdosa. Tidak ada satupun di antara kita yang sempurna.
Selanjutnya Al-Quran menegaskan akan ada murka untuk setiap dosa. “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Qs 99:8).
Jadi kita pasti akan jatuh saat melewati jembatan. Kita tidak mampu menghindari murka Allah. Kita akan menerima hukuman-Nya.
Kisah Preman dan Anak Jalanan
Menyikapi keadaan ini, banyak ulama mengajarkan amal baik untuk menutup dosa. Sehingga akan membantu kita menghindari murka Allah.
Benarkah amal ibadah mampu menutup pelanggaran kita? Untuk lebih jelas mari simak kisah berikut ini.
Ada seorang preman lahir dari keluarga miskin di pinggir sungai. Dari kecil ia melihat ayahnya memukul ibu. Ia juga hidup dalam lingkungan yang keras.
Saat besar ia jadi preman yang kejam. Ia sering mencuri dan merampok orang. Tidak jarang ia memukul dan menyiksa korban. Ia selalu membawa pisau di pinggangnya.
Walaupun demikian, ia suka memberi ke anak jalanan. Ada yang ia beri uang jajan. Bahkan ada yang ia bantu biaya sekolah dan pengobatannya.
Harapannya adalah agar perbuatan baik akan menolongnya. Yaitu untuk menghindari murka Allah, atau minimal menguranginya.
Namun kita bisa mengerti, bahwa secara hukum saja hal ini tidak mungkin terjadi. Preman itu tetap bersalah secara hukum, walaupun ia menolong banyak anak jalanan.
Memang ada jasa baiknya yang dapat kita hargai. Namun tetap pelanggaran hukum tidak tertutup karena perbuatan baiknya.
Akhirnya tetap ia tertangkap polisi. Ia harus menjalani hukuman di penjara.
Dosa Manusia dan Murka Allah
Demikianlah kedaan manusia di hadapan Allah. Allah adalah Maha Suci. Tidak ada kekotoran apapun yang bisa ada di hadapan-Nya.
“. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).
Melihat hal ini jelas mustahil kita bisa menghindari murka Allah. Karena biar bagaimanapun juga pasti kita memiliki dosa.
Mungkin saja kita lebih baik dari kebanyakan orang lain. Kita sering taubat dan beramal. Namun tetap saja ada khilaf yang kita perbuat.
Tentu pada akhirnya kita harus menerima murka-Nya. Sehingga memang manusia tidak ada yang mampu menghindari murka Allah.
“. . . sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan” (Qs 6:120).
Inilah kenyataan pahit yang menakutkan. Kita semua akan menanggung azab Allah di akhirat. Karena itu kita perlu mencari jalan rahmat Allah.
Antara Murka Allah dan Kasih-Nya
Beberapa orang bertanya: “Allah Maha Kasih. Mengapa Ia memurkai manusia berdosa?”
Tentu kita bisa paham bahwa Allah adalah Maha Suci. Ia juga Maha Adil. Sehingga memang ada hukuman bagi setiap pelanggaran.

“Siapa berbuat dosa, maka ia melanggar hukum Allah karena dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Kamu tahu bahwa Al-Masih dinyatakan supaya Ia menghapus dosa-dosa manusia, dan di dalam Dia tidak ada dosa” (Injil, Surat 1 Yohanes 3:4-5).
Jalan rahmat Allah adalah dengan Ia sendiri menjelma menjadi manusia. Tujuannya agar Ia menyatakan ajaran kebenaran-Nya secara langsung. Hal ini adalah puncak pernyataan Allah kepada manusia.
Inilah Isa Al-Masih yang lahir dari perawan. Ia adalah perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah. Tidak ada dosa dalam diri Isa.
Kemudian Isa sebagai jelmaan Allah, berkorban di kayu salib. Isa menanggung murka Allah karena dosa manusia.
Pengorbanan Isa menyatakan penebusan. Bahwa murka Allah atas dosa telah terpenuhi. Sehingga membuka jalan pengampunan Allah bagi semua manusia.
Solusi Menghindari Murka Allah
Pengorbanan Isa Al-Masih menebus manusia dari dosa. Hal inilah yang tidak mampu dilakukan dengan semua amal ibadah kita seumur hidup.
Keadaan ini seumpama seorang preman berdosa memiliki kembaran saleh. Sehingga saudaranya yang menangung hukuman penjara.
Demikianlah keadilan dan kasih Allah terpenuhi. Memang ada hukuman atas setiap dosa. Namun ada jalan selamat bagi manusia berdosa.
“Akan tetapi, Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita karena Al-Masih telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Maka, lebih-lebih lagi sekarang, setelah kita dibenarkan oleh darah-Nya! Tentu Ia akan menyelamatkan kita dari murka Allah” (Injil, Surat Rum 5:8-9).
Kita bisa mendapatkan jalan rahmat Allah ini. Caranya dengan kita mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Kita mengimani bahwa Isa adalah jelmaan Allah. Kita menjadikan-Nya Tuhan dalam kehidupan kita.
Selanjutnya kita mempelajari dan mengamalkan ajaran Isa. Karena Ia membawa kebenaran untuk menjadi panduan kehidupan kita.
Ketenangan Hati: Bebas dari Murka-Nya
Jadi jelas bahwa mustahil kita mampu menghindari murka Allah. Karena manusia pasti banyak berbuat dosa. Kita pasti akan menerima azab-Nya.

“Melalui Isa Al-Masih, Allah memberikan pengampunan dosa. Setiap orang yang mengimani-Nya dibebaskan dari segala dosa. Hal ini tidak mungkin tercapai dari berusaha memenuhi seluruh perintah Allah” (Injil, Kisah Para Rasul 13:38-39, BIS parafrasa).
Maukah Anda menghindari murka Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Azab Allah Itu Pasti, Ini Cara Supaya Tidak Takut Mati
- Mustahil Sedekah Memadamkan Murka Allah! Bagaimana Solusinya?
- Allah Maha Mengetahui Dan Maha Melihat! Ini Solusi Menutupi Dosa!
- Siapakah Yang Dimurkai Allah?
- Allah Tidak Suka Memurkai Manusia
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa Allah wajib memurkai manusia berdosa?
- Dapatkah kebaikan manusia menyelamatkan/membebaskan kita dari murka Allah? Berikan alasannya!
- Selain Isa Al-Masih yang menanggung hukuman dan murka Allah, adakah cara lain agar kita dapat menghindari murka Allah? Jelaskan!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/ SMS ke: 0812-9530-4930

~
Agar kita lepas dari murka Allah, harus ikuti apa kata perintah-Nya. Dalam Ulangan 18:19, “Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripada nya akan Kutuntut pertanggungjawaban.”
~
Saudara Amorata,
Terima kasih atas komentar saudara di atas. Saya dan Anda semua pantas menderita murka-Nya di neraka kekal. Syukurlah, “. . . Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus [Isa Al-Masih] telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa . . . kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” (Injil, Surat Roma 5:8-9).
Jadi, sesuai rahasia Al-Fatihah 7, hanya Isa Al-Masih yang dapat membebaskan kita dari hukuman Allah.
~
Daniar
~
Salam Kesejahteraan,
Mengenai ayat ke-7. Saya golongan yang rugi karena terdorong dalam golongan yang masih berhutang, saya pembayar riba. Dapatkah saudara yang kami hormati membantu memberi jalan keluar dari permasalahan saya ini?
Mohon nasehat/solusi untuk saya keluar dari jalan hutang-hutang saya ini. Karena saya juga ingin menjadi pejuang. Syarat untuk seorang pejuang, harus tidak memiliki hutang.
~
Salam Saudara Nidham,
Hanya Allah sumber pertolongan semua makhluk-Nya. Seperti dalam Al-Fatihah ayat 5 menuliskan, “. . . dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.” Demikian Isa Al-Masih memiliki segala kuasa Allah. Ia berkuasa menyelamatkan manusia dari siksa kekal di neraka. Ia juga berkuasa menolong segala masalah kehidupan kita.
Sambutlah undangan Isa Al-Masih ini: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28). Datanglah kepada-Nya, minta dengan sungguh untuk memberikan jalan atas masalah saudara.
Bila saudara masih bingun melakukannya, silakan email kami di [email protected]
~
Daniar
~
Astaghfirullah sesat sekali kalian. Tidak semua Muslim bisa anda bodohi. Sudahlah hentikan pembodohan ini dengan cara mencampurkan ayat-ayat Al-Quran dan ayat-ayat kitab anda.
Untuk Muslimin yang aqidahnya kuat, anda cuma jadi bahan tertawaan. Jangan menjatuhkan martabat anda sendiri.
~
Muhammad Noverly,
Sebenarnya saya tidak mencampuradukkan ayat-ayat Al-Quran. Kami hanya memaparkan saja ayat-ayat tersebut. Tetapi kami menyadari bahwa Isa Al-Masih yang dapat memberikan jalan keluar dari segala problema dosa manusia.
Itu sebabnya, Isa Al-Masih berfirman, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:36). Artinya Isa Al-Masih yang dapat membebaskan manusia dari dosa.
Bagaimana pendapat Anda dengan firman Isa Al-Masih di atas?
~
Solihin