“Memang manusia pasti mau memperoleh rahmat dan nikmat Allah. Namun kenyataannya hal ini sulit, bahkan mustahil.”
Ini adalah perkataan pak Umar. Beliau adalah seorang supir bajaj.
Kami melakukan percakapan pada saat ia beristirahat santai. Kebetulan saya juga sedang menunggu perbaikan motor di bengkel.
Pak Umar merindukan rahmat dan nikmat Allah. Namun ia sadar dirinya banyak berbuat dosa. Ia takut tidak bisa mendapatkannya.
Bagaimana kita bisa memperoleh rahmat dan nikmat Allah? Mari simak percakapan saya dengan Pak Umar.
Tidak Layak Menerima Rahmat Nikmat Allah
“Sekarang ini keadaan ekonomi lagi sulit!” kata Pak Umar. “Tidak banyak orang menaiki bajaj seperti dahulu.”
“Saya memiliki dua anak kecil di rumah. Saya khawatir akan masa depan mereka. Sebagai seorang ayah, saya tidak mampu memenuhi tanggung jawab dengan baik.”
“Iya, saya mengerti keadaan ini. Saya sendiri juga perlu bekerja keras untuk hidup dan membantu keluarga.”
“Namun kita semua bisa berharap kepada Allah bukan? Kita bisa berdoa dan meminta rahmat dan nikmat Allah.” Demikian tanggapan saya.
“Betul, saya juga mengimani demikian. Setiap hari saya selalu mendoakan Al-Fatihah. Meminta-Nya memberikan jalan lurus. Juga agar saya mendapat rahmat dan nikmat Allah.”
“Namun hal ini terasa berat dan mustahil! Saya tahu diri bahwa saya banyak dosa. Dahulu saat muda saya suka mabuk dan judi. Saya baru taubat saat memiliki anak pertama.”
“Wah hal ini baik sekali pak,” kata saya.
“Namun saya tetap saja banyak khilaf dan dosa. Saya kadang marah di rumah. Bahkan bisa pukul isteri. Saat bosan, pernah beberapa kali saya melihat pornografi di telepon genggam.” Pak Umar bercerita dengan jujur.
“Karena itu sangat sulit untuk orang seperti saya, menerima rahmat dan nikmat Allah.”
Bukan Rahmat dan Nikmat Allah Melainkan Hukuman?
Mendengar kejujuran Pak Umar membuat saya tertarik. Kemudian saya berkata: “Kita semua memang manusia berdosa pak. Namun tetap kita bisa mengharapkan rahmat-Nya.”
Kemudian Pak Umar menjelaskan: “Saya pernah mendengar ceramah ustadz. Memotivasi umat hidup sholeh.”
“Ia bahkan mengatakan bahwa Allah akan mengampuni dosa. ‘. . . Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’ (Qs 3:31).”

“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan, begitu (juga) kejahatan . . . dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya . . . jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (Qs 3:30,32).
“Hal inilah contohnya. Yaitu yang membuat saya lebih tertekan. Karena itu yang saya bisa lakukan hanyalah tabah menerima takdir.”
Rahmat dan Nikmat Allah untuk Orang Berdosa?
Mendengar curahan hati Pak Umar membuat saya meresponnya. Saya menceritakan sebuah peristiwa.
Ada satu sekolah mengadakan kegiatan pramuka. Mereka mengajak anak-anak SD pergi ke alam terbuka.
Dari awal para guru dan pembina telah memperingati anak-anak. Supaya mereka berjalan berkelompok dan tidak terpisah.
Namun ada dua orang anak yang sangat nakal. Dengan sengaja mereka bersembunyi dan main di tempat lain. Akhirnya mereka tertinggal dari rombongan dan malah tersesat.
Saat makan siang para guru menyadari ada dua anak yang hilang. Alhasil mereka mencari mereka ke segala tempat.
Sampai sore hari mereka belum ditemukan. Namun para guru tetap tekun. Mereka malah lebih giat mencari agar bisa menemukan sebelum malam.
Akhirnya kedua anak ini ditemukan. Rupanya mereka ada di sebuah lembah kecil, terhalang batu besar. Mereka beristirahat karena kaki salah satu anak itu terkilir.
Kemudian saya bertanya: “Bagaimana pendapat bapak mengenai kejadian ini? Bukankah itu adalah kesalahan dua anak nakal tersebut? Namun para guru sangat bertanggungjawab.”
Pak Umar merespon: “Tentu saja, karena kedua anak itu tidak mampu menyelamatkan diri mereka sendiri. Mereka harus mendapat bantuan agar selamat.”
Rahmat dan Nikmat Allah Tersedia

“Saya meyakini bahwa justru Allah mau menolong saat manusia dalam dosa. Inilah jalan lurus Allah untuk keselamatan manusia. Caranya melalui Isa Al-Masih.”
“Karena Isa Al-Masih datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Injil, Lukas 19:10, parafrasa).
“Isa yang saya yakini, adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Allah melakukan hal ini untuk menujukkan jalan lurus.”
“Jika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, maka kita mendapat rahmat dan nikmat Allah. Karena Allah akan mengampuni dan menyelamatkan kita.”
“Jadi saya meyakini bahwa bukan orang sehat yang memerlukan dokter. Tapi orang sakit. Demikianlah Allah menyelamatkan manusia yang berdosa.”
“Saya kagum juga dengan penjelasan kamu,” kata Pak Umar. “Saya selama ini mengimani Nabi Isa sebagai Nabi Allah. Bukan sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia.”
“Namun, saya setuju bahwa orang sakit perlu yang dokter. Karena itu orang berdosa yang perlu pertolongan. Hal ini sangat mengesankan.”
Rahmat dan Nikmat Allah Menyelamatkan
“Sebenarnya Isa adalah jelmaan Kalimatullah (Firman Allah). Karena itu Isa membawa kebenaran. Ia juga mampu menyelamatkan manusia.”
“. . . Kalam itu [Isa Al-Masih] bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran . . . Dari kelimpahan-Nya, kita semua sudah menerima anugerah demi anugerah [rahmat-Nya]” (Injil, Yahya 1:14,16).
“Jika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, kita menerima rahmat-Nya. Yang terutama adalah pengampunan dosa kita. Sehingga kita bisa masuk surga dan terhindar dari hukuman-Nya.”

Pak Umar tersenyum mendengar semua hal ini. “Memang ini yang saya rindukan. Namun saya perlu perlahan-lahan mencoba memahaminya.”
Selanjutnya saya masih beberapa kali bertemu Pak Umar di wilayah yang sama. Saya sempat memberi info beberapa orang yang menggunakan bajaj secara regular, agar kemudian mereka bisa berlangganan dengan Pak Umar.
Mendapatkan Rahmat dan Nikmat Allah
Memang benar semua manusia membutuhkan rahmat dan nikmat Allah. Namun kita semua berdosa dan menjauhkan kita dari-Nya.
Allah memberikan jalan melalui Isa Al-Masih. Allah mau mengampuni dosa dan membimbing kita.
“. . . Kita menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita . . . Allah menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada kita dengan mengutus Kristus [Isa Al-Masih] supaya mati untuk kita pada waktu kita hidup dalam dosa” (Injil, Surat Roma 5:5,8 FAYH)
Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih agar bisa menerima rahmat dan nikmat Allah!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Banyak Orang Yang Dimurkai Allah, Bagaimana Menghindarinya?
- Hidup Penuh Kesulitan? Ini Bukti Allah Bersifat Ar-Rahman!
- Apakah Orang Masuk Surga Karena Rahmat Allah Atau Amal?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana cara manusia berdosa mendapat rahmat dan nikmat Allah?
- Mungkinkah dengan kemampuan kita sendiri menghindari hukuman-Nya di akhirat? Uraikan jawaban Anda?
- Bagaimana pendapat Anda bahwa Allah menyediakan jalan pertolongan-Nya melalui Isa Al-Masih?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Rahmat Dari Allah Sumber Nikmat Bagi Semua Umat”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
