
Ada seorang teman yang merasa bersalah. Ia juga merasa tidak mendapat rahmat Allah. Salah satu penyebabnya ia jarang membaca shalawat nabi.
Mari kita lihat apa penjelasan agama mengenai hal ini. Bagaimana kita menyikapinya dan terutama bagaimana kita bisa mendapatkan rahmat-Nya agar selamat di akhirat.
Nayla dan Kisah Hidupnya
Nayla adalah seorang wanita karier. Saya berkenalan dengannya di kantor. Kami sering pergi makan siang bersama.
Nayla ingin taat agama. Ia berusaha puasa, ia belajar dzikir, dan juga menabung untuk dapat pergi ke Makkah.
Nayla telah menikah dengan Rudi. Namun mereka belum mendapat momongan.
Nayla dan Kecemasannya
Satu saat saya mendapati Nayla dalam keadaan murung. Padahal biasanya ia sangat ceria.
Saat makan siang saya bertanya: “Kenapa kamu sekarang sering murung, ada masalah apa?”
Awalnya ia enggan bercerita. Namun akhirnya ia mau terbuka juga.
Nayla mengatakan ia mengalami masalah keluarga. Suaminya makin jarang pulang ke rumah. Bahkan suaminya mengambil pekerjaan baru yang membuatnya makin sering ke luar kota.
Selanjutnya Nayla juga cemas. Karena kemungkinan ia terdeteksi ada tumor di perutnya. Ia sedang rutin periksa ke dokter.
Nayla kemudian berkata: “Ada keutamaan membaca shalawat nabi. Namun selama ini saya lalai. Mungkin ini semua adalah akibatnya.”
Keutamaan Membaca Shalawat Nabi
Saya terkejut mendengarnya. “Mengapa kamu berpikir demikian?” Tanya saya.
Nayla menceritakan karena ia merasa doanya tidak didengar. Masalah hidup bukan berkurang malah bertambah.
Pernah ia saat duduk di sebuah kafe, melihat sosial media. Ia membaca tentang keutamaan membaca shalawat nabi.

Hal ini menyatakan ada keutamaan membaca shalawat nabi. Sehingga ia merasa bersalah karena selama ini tidak melakukannya.
Terlebih lagi ada Hadis yang tegas. “Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebutkan di hadapannya maka ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku” (Sunan Tirmidzi 3469).
Jadi inilah kecemasan Nayla. Ia merasa masalah hidupnya berhubungan dengan ibadahnya. Ia merasa tidak mendapat rahmat Allah.
Berapa Kali Membaca Shalawat Nabi?
Saya bertanya: “Jadi kamu tidak pernah melakukannya. Memangnya berapa sering seharusnya membaca shalawat nabi?”
Nayla mengatakan hal ini adalah sunnah agama. Umat perlu mengucapkannya setiap kali dalam shalat. Juga baik membaca shalawat sabi setiap kali mendengar namanya disebutkan.
Ada banyak ulama yang menganjurkan minimal sampai 100 kali sehari. Sebagai bentuk cinta dan pengingat kepada Nabi Islam.
Bahkan ada yang menganjurkan sampai 300 kali sehari. Atau lebih lagi sampai 1000 kali sehari. Sebagai bagian dari dzikir.
“Jujur saja saya tidak terbiasa.” kata Nayla. “Dan sering merasa kurang nyaman saat melakukannya. Namun sekarang malah saya merasa bersalah.”
Kemudian Nayla balik bertanya: “Bagaimana dengan kamu sendiri. Apakah ada juga keutamaan membaca shalawat nabi dalam ajaran Nasrani?”
Keutamaan Membaca Shalawat Nabi Bagi Nasrani
Saya jelaskan kepada Nayla bahwa saya mengimani Isa Al-Masih. Ia memang adalah nabi Allah. Namun Isa jauh lebih dari pada itu.
Saya berikan beberapa poin sederhana.
- Isa Al-Masih Kalimatullah.
Isa Al-Masih adalah perwujudan Firman Allah atau Kalimatullah. Ia menjadi manusia untuk menyatakan kebenaran Allah.
“Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah . . . kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam” (Qs 4:171).
- Isa Al-Masih suci.
Baik dalam Al-Quran maupun Injil, menyatakan Isa adalah suci (Qs 19:19). Karena itu tidak perlu kita membaca shalawat nabi Isa. Ia satu-satunya pribadi yang tanpa dosa.
Isa Al-Masih berada di surga.
Selanjutnya baik umat Islam maupun Nasrani, mengimani Isa sekarang berada di surga (Qs 4:158). Jika Isa Al-Masih hanya manusia biasa, hal ini tentu aneh bukan? Mana mungkin manusia biasa hidup di hadapan Allah yang Maha Suci.
- Isa Al-Masih hakim adil.
Terlebih lagi pada akhir zaman, Isa yang akan menjadi hakim adil. Dengan demikian bukan kita yang perlu membaca shalawat nabi Isa. Melainkan kita yang butuh rahmat-Nya.
Isa Al-Masih Bershalawat untuk Kita
Jadi inilah pandangan Nasrani tentang keutamaan membaca shalawat nabi. Kami tidak melakukannya karena kami mengimani Isa tidak berada dalam kubur. Ia juga tidak memiliki dosa.
“Kalam itu [Isa Al-Masih] telah menjadi manusia, . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran . . . anugerah dan kebenaran datang melalui Isa Al-Masih” (Injil, Yahya 1:14, 17).
Orang Nasrani sering berdoa kepada Isa Al-Masih. Isinya seperti ini: “Isa, Sang Juruselamat, kasihanilah aku.” Dengan harapan kami memperoleh rahmat-Nya.
Saya mengimani bahwa Allah Maha Kasih. Ia pasti mendengar doa. Ia mau memberikan rahmat melalui Isa. Bahkan dalam Kitab Injil dinyatakan Isa Al-Masih yang bersalawat. Ia melakukannya untuk kita.
“Siapakah yang akan mendakwa orang-orang pilihan Allah? Allah sendirilah yang telah membenarkan kita! Isa Al-Masih menjadi Perantara [bersalawat] bagi kita. Tidak ada yang dapat menceraikan kita dari kasih Allah dalam Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi” (Injil, Surat Rum 8: 33-39, parafrasa).
Nayla menjadi kaget. “Apa artinya Nabi Isa yang malah bershalawat?” Tanyanya selanjutnya.
Rahmat Allah dan Keselamatan-Nya
Allah itu Maha Kasih. Ia mau memberikan rahmat-Nya untuk semua manusia. Ia rindu menyelamatkan manusia.
Namun kita mengerti bahwa manusia penuh dosa. Tidak mungkin kita bisa menghadap Allah yang Maha Suci. Karena itu Allah menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih.
Isa bershalawat berarti Ia menjadi juru damai. Dosa manusia menjauhkan kita dari Allah. Namun melalui Isa Al-Masih kita bisa didamaikan dengan Allah.

Ketika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, ada pertolongan. Allah akan mengampuni dosa. Ia juga akan membimbing kita sampai selamat masuk surga.
Inilah peran Isa untuk menyelamatkan manusia. Itu sebabnya saya mengimani-Nya sebagai juruselamat.
Rahmat Allah Pasti untuk Kita
Jadi inilah pandangan Nasrani tentang keutamaan membaca shalawat nabi. Kami percaya Isa Al-Masih yang menolong kami mendapatkan rahmat Allah.
Hal ini memberi ketenangan hati, juga jaminan keselamatan akhirat. Saya tidak pernah ragu akan rahmat Allah dalam kehidupan ini.
Nayla tertarik dengan penjelasan ini. Ia memang sangat rindu memperoleh rahmat Allah. Ia terbuka untuk belajar dan mengetahui lebih banyak.
Saya menutup percakapan. Saya jelaskan bahwa intinya bukan tentang keutamaan membaca shalawat nabi. Melainkan menerima rahmat-Nya melalui Isa Al-Masih.
Kita akan memperolehnya bila kita mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Maukah Anda mendapatkan jaminan rahmat-Nya sekarang? Mari mengimani Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Jangan Bersholawat untuk Nabi Isa!
- Doa Mohon Petunjuk Kepada Allah, Ini Jawabannya!
- 5 Alasan Mengapa tidak ada Sholawat Nabi Untuk Isa Al-Masih
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara mengapa umat perlu membaca Shalawat Nabi?
- Menurut Saudaraa, jika nabi membutuhkan Shalawat, bagaimana dengan manusia biasa? Bagaimana cara kita mendapatkan rahmat Allah?
- Bagaimana menurut Saudara, bahwa dalam Injil, malah Isa Al-Masih yang bershalawat untuk umat-Nya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Isa Al-Masih berada di surga.