
Dalam hal ini kita pasti menginginkan adanya hakim yang adil. Agar semua perkara mendapat putusan yang benar.
Kita mengetahui Allah hakim yang adil. Namun bagaimana keputusan-Nya terhadap kita manusia berdosa?
Ini adalah pertanyaan dalam benak teman saya, Maher. Ia ingin merasa yakin menghadap pengadilan Allah di akhir zaman.
Kami adalah rekan kerja beda divisi. Kadang kami bertemu saat rapat koordinasi perusahaan.
Saya dan Maher akhirnya mendapat kesempatan diskusi. Kami membicarakan tentang Allah hakim yang adil di akhir zaman. Mari simak percakapan kami agar Anda juga dapat memahaminya.
Pertanyaan Seputar Allah Hakim yang Adil
Maher mengatakan bahwa umat Muslim sangat memikirkan hari pembalasan. Dalam Islam ada doa yang selalu diucapkan berulang-ulang, yaitu Al-Fatihah. Salah satu isinya adalah memohon kepada Allah yang menguasai hari pembalasan (ayat 4).
Dalam hal ini, saat mendalami agama, Maher mendapatkan pertanyaan. Yaitu saat ia membaca ayat Al-Quran: “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat . . .” (Qs 43:61).
Maher tadinya mengetahui bahwa hanya pada sisi Allah pengetahuan tentang kiamat (Qs 31:34). Namun pada bagian lain, tertulis bahwa Isa Al-Masih juga mengetahuinya. Tidak ada nabi lain yang memiliki pengetahuan tentang akhir zaman.
Inilah sebabnya Maher tertarik dengan Isa Al-Masih. Ia ingin mengetahui mengapa bukan tertulis hanya Allah hakim yang adil? Atau juga mengapa bukan Nabi Islam atau Jibril?
Sempat terlintas dalam benaknya apakah hal ini berhubungan dengan dalil lain. Misalnya bahwa karena hanya Isa yang berada pada sisi Allah. Dan juga bahwa semua ahli kitab perlu mengimani Isa (Qs 4:158-159).
Terlebih lagi dalam Hadist sahih tertulis jelas. Bahwa nantinya Isa akan turun menjadi hakim adil Allah di akhir zaman (Sahih Muslim 127).
Semua informasi ini menggelisahkan hatinya. Karena jika demikian, artinya Allah hakim yang adil menyerahkan kekuasaan-Nya kepada Isa. Nantinya Isa yang akan menentukan nasib manusia.
Alasan Isa Hakim Adil Allah
Saya bertanya apakah dia sudah menanyakan hal ini kepada guru agamanya. Maher menjawab ia telah bertanya kepada ulama. Ia juga telah mencari di internet, namun belum mendapatkan jawaban yang jelas.
Jawaban yang Maher terima adalah karena memang Allah yang menentukan demikian. Allah hakim yang adil berkehendak untuk memilih Isa Al-Masih.
Namun hal ini tidak bisa ia pahami. Karena selama ini ajaran yang ia terima adalah bahwa ada nabi terakhir yaitu Nabi Islam. Namun jika demikian, berarti Isa Al-Masih yang menjadi nabi terakhir untuk manusia.
Akibatnya informasi ini selalu membuat Maher teringat kepada Isa Al-Masih. Setiap kali ia mendoakan Al-Fatihah, Ia mengingat bahwa hari pembalasan berhubungan Allah hakim yang adil memberikan kekuasaan-Nya kepada Isa.
Isa Hakim Adil Allah Menurut Nasrani
Saat itulah Maher bertanya: “Bagaimana menurut kamu dalam pandangan Nasrani?” Ia mengetahui saya juga mengimani Isa Al-Masih sesuai kepercayaan saya.
Saya menjawab bahwa saya mengimani Allah hakim yang adil. Dalam hal ini saya juga mengimani Isa Al-Masih hakim adil. Ia yang akan mengadili semua manusia.
“Karena kita semua akan dihadapkan pada pengadilan Al-Masih, dan masing-masing orang akan menerima balasan sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, baik atau pun jahat” (Injil, Surat 2 Korintus 5:10).
Selanjutnya saya menjelaskan, dalam kepercayaan saya, bahwa Isa adalah Ilahi. Isa bangkit dari kematian, lalu berada pada sisi Allah, dan nantinya akan kembali menjadi hakim akhir zaman.
Kebangkitan Isa dari kematian menjadi tanda keilahian-Nya. Meneguhkan kuasa kebangkitan Allah yang ada di dalam Isa Al-Masih.

Hakim Adil Allah Bangkit dari Kematian
Maher menyimak penjelasan saya. Maher menegaskan, menurut kepercayaannya Isa Al-Masih adalah seorang nabi. Isa tidak Ilahi dan Ia juga tidak bangkit dari kematian.
Selanjutnya kami tidak bertemu sampai beberapa bulan kemudian. Namun saat bertemu kembali, Maher menghampiri saya dengan bersemangat. Ia langsung berkata bahwa ada hal menarik yang ia ingin sampaikan.
Maher menceritakan bahwa ia membaca Hadist Sahih. Di dalamnya tertulis memang Isa bangkit. Artinya memang Isa pernah mengalami kematian.
“. . . Dajjal akan muncul di tengah-tengah umatku . . . Lalu Allah membangkitkan Isa bin Maryam . . . Ia akan muncul dan membinasakan Dajjal . . .” (Musnad Ahmad 6268).
Tertarik dengan ayat ini membuatnya ingin mendapat penjelasan lebih dalam. Ia ingin mendengarkan lagi uraian saya mengenai Allah hakim yang adil dan Isa Al-Masih.
Siapakah Sebenarnya Isa Hakim Adil Allah?
Saat itulah saya menjelaskan hakekat Isa. Bahwa Ia adalah penjelmaan Allah menjadi manusia.

Allah melakukannya dengan Isa Al-Masih, Kalimat-Nya (Kalimatullah) menjadi manusia. Isa lahir melalui perawan Maryam dengan kuasa Ruh Allah.
“Kalam telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . Kalam itu telah menjadi manusia, lalu tinggal di antara kita . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Injil, Yahya 1:1, 14).
Dengan demikian kita bisa melihat kelihaian Isa. Hal ini juga menjadi dasar penjelasan mengapa Isa yang akan menjadi hakim adil Allah.
Hakim Adil Allah Membawa Keselamatan
Isa datang untuk memberi jalan selamat bagi manusia. Isa melakukannya dengan mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa. Sehingga melaluinya kita mendapatkan ampunan dan surga Allah.
Jalan keselamatan sudah terbuka. Caranya adalah dengan kita mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“Sama seperti Allah membangkitkan orang-orang mati, begitu jugalah Isa Al-Masih. Allah menyerahkan penghakiman kepada Isa. . . . Sesungguhnya orang yang mendengarkan perkataan Isa dan percaya kepada Allah, ia memperoleh hidup yang kekal. Ia sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Yahya 5:21-22,24, parafrasa).
Mengetahui semua hal ini memberikan kepada kita peringatan dan penghiburan. Peringatan bahwa semua manusia berdosa dan akan menghadap Allah hakim yang adil. Namun penghiburan karena mengetahui Allah menyediakan pertolongan-Nya melalui Isa.
Gambarannya seperti ada hakim agung yang memegang sebuah perkara hukum. Satu saat ia mengadili teman baiknya yang melakukan kejahatan.

Hal ini sangat tidak biasa. Namun inilah bukti kasih Allah bagi manusia. Isa hakim adil Allah berkorban untuk manusia.
Mengimani Hakim Adil Allah Sebelum Terlambat
Kemudian Maher merespon penjelasan saya. Ia berkata bahwa semua hal ini sangat mengesankan. Yaitu konsep Allah hakim yang adil yang menyelamatkan manusia.
Memang saat itu Maher belum memutuskan langkah selanjutnya. Namun Ia berkata sekarang telah terbuka hatinya untuk mengakui keistimewaan Isa sebagai hakim adil.
Untuk Saudara pembaca, siapkah Anda menghadap pengadilan Allah? Nantinya Anda akan menghadap Isa Al-Masih sebagai hakim adil.
Namun sekarang Allah menyediakan jalan keselamatan-Nya. Sekarang kita bisa mendapat keselamatan Allah melalui Isa Al-Masih. Sehingga nantinya kita tidak perlu takut di akhir zaman.
Sekarang kita mendapat tawaran selamat Allah. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Siapkah Mukmin Menghadap Hakim Yang Adil Dalam Islam?
- Cara Mukmin Dapat Tenang Ketika Menghadap Isa Hakim Adil
- Selamat Di “Hari Pembalasan” – Bagaimana Kuncinya?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara mengapa Isa Al-Masih menjadi hakim adil Allah?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa kebangkitan Isa menjadi peneguhan Ia adalah hakim adil akhir zaman?
- Bagaimana pendapat Saudara mrengenai konsep hakim adil Allah yang menyediakan jalan selamat bagi manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
