“15 anggota keluarga saya meninggal pada hari yang sama.”
Pada satu hari di bulan April, Saya (Balqis) mengalami tragedi mengerikan. Keluarga saya banyak yang menjadi korban perang saudara Suriah.
Saya menjadi sangat terguncang. Saya meragukan keimanan saya dan semua yang saya ketahui.
Benarkah perkataan yang menyatakan Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya? Tapi mengapa tragedi ini menimpa saya dan keluarga?
Mari simak kisah saya mencari penghiburan Allah. Agar kita bisa dikuatkan untuk menghadapi tragedi kehidupan.
Tragedi yang Mengubah Hidup Saya
Perang saudara Suriah sangat mengerikan. Ada banyak kesalahpahaman dan pertikaian hebat. Hal ini menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Di dalamnya termasuk banyak anggota keluarga saya. Saat peperangan itu mereka meninggal pada hari yang sama.
Terutama saya sangat berduka karena kehilangan adik perempuan saya karena kami sangat dekat. Saya sangat menyayanginya.
Saat itu saya merasa tidak mampu berkomunikasi lagi dengan semua orang. Termasuk dengan suami dan anak-anak saya. Dunia saya seakan terbalik. Saya mempertanyakan tentang Allah dan iman saya.
Saya berpikir selama ini saya sudah berusaha hidup baik. Rajin sholat dam membaca Al-Quran, juga selalu berpuasa dan beramal.
Tadinya saya yakin Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya. Namun mengapa Allah mengijinkan hal ini terjadi pada keluarga saya?
Benarkah Allah Menghibur Umat-Nya?

Memang ada ayat yang mengatakan akan ada kemudahan setelah masalah (Qs 94:6). Maupun cobaan merupakan bentuk cinta Allah.
“. . . sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka . . .” (Sunan Ibnu Majah 4021).
Namun, sungguh pada waktu itu saya tidak bisa melihatnya. Saya tidak merasakan cinta Allah bahkan saya merasa Allah sangat jauh.
Selanjutnya pada saat itu, salah satu saran yang saya dapat adalah dengan berdzikir. Terutama dianjurkan membaca surat Yasin karena dalam surat ini ada penenang hati. Sehingga kita bisa berharap agar perasaan gelisah dan keresahan dapat segera hilang.
Tetapi saat mengerti isi surat itu justru membuat saya tambah gelisah. Di dalamnya banyak berisi peringatan untuk kaum yang menolak agama.
Contohnya: “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) . . . karena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka . . .” (Qs 36:7-8).
Adakah Jaminan Selamat?
Memang ada dalil yang mengatakan cobaan bisa menjadi jalan Allah menghapus dosa. Contohnya penyakit seseorang bisa menghapus dosanya (Hadits Abu Daud No.2688).
Namun sekali lagi saya tidak merasa terhibur dengan hal ini, karena tetap tidak ada jaminan selamat.
Kita sebagai manusia tetap melakukan banyak dosa. Amal maupun penderitaan kita tidak akan mungkin menutupinya. Karena itu malahan ada kepastian azab Allah (Qs 52:7-8). Juga kepastian masuk neraka (Qs 19:71).
Semua hal ini membuat saya lebih terpuruk. Saya merasa sudah menderita di bumi, nantinya juga akan menderita di akhirat.
Saya tidak Mendapatkan Penghiburan

Dalam perjalanannya ia terluka karena terjatuh. Ia terkena batu dan ranting pohon. Semua hal ini adalah tragedi besar untuknya.
Akhirnya dengan susah payah ia bisa kembali ke rumah. Namun setelah sampai, ayahnya malah memarahi dan memukulnya. Sang ayah berkata bahwa semua adalah salah sang anak. Yang terjadi adalah hukuman yang setimpal karena ia nakal.
Demikianlah perasan saya terhadap keyakinan saya. Pada satu sisi saya hancur hati karena tragedi yang terjadi. Namun di sisi lainnya tidak ada jaminan selamat.
Setelah melewati semuanya pun, akan ada hukuman lain menanti. Yaitu azab-Nya di akhirat.
Teman yang Membawa Penghiburan
Dalam keterpurukan hidup saya, ada teman (Azura) yang datang. Ia mendengar apa yang terjadi dengan keluarga saya.
Awalnya saya sangat enggan untuk bertemu dengannya. Namun ia sangat rajin datang hingga akhirnya saya mau terbuka juga kepadanya.
Saya melewati proses panjang untuk berdiskusi. Juga mendengarkan berbagi pandangannya mengenai kehidupan.
Saya juga pernah pergi beberapa kali dengan Azura. Ia mengajak saya datang ke pertemuan kelompoknya.
Melalui semua proses ini akhirnya saya mendapat penghiburan. Pandangan saya berubah. Saya kembali menjadi yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya.
Allah Sumber Penghiburan

Memang Ia sangat Mulia, namun Ia mengasihi umat-Nya sehingga mau menguatkan kita di tengah masalah.
“Karena beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia . . . Aku bersemayam di tempat yang tinggi dan suci, tetapi juga bersama-sama dengan orang yang hancur hati . . . untuk menyegarkan hati yang hancur” (Taurat, Yesaya 57:15).
Inilah yang menarik perhatian saya karena Allah tergambar dekat dengan manusia. Ia mau menolong orang yang hancur hati.
Bahkan Allah rupanya adalah Sang sumber penghiburan. Saya belum pernah mendengar hal ini sebelumnya.
“. . . Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kami dalam berbagai kesusahan . . . [melalui Isa Al-Masih]” (Injil, 2 Korintus 1:3-4).
Dalam dalil ini saya menyadari bahwa Allah adalah baik. Pencobaan dan tragedi bukan berasal dari pada-Nya (Injil, Yakobus 1:13-14). Bisa saja tragedi terjadi karena pilihan dan kejahatan manusia.
Justru Allah sumber penghiburan mau menolong umat-Nya. Ia dekat dan peduli dengan kesusahan kita.
Jalan Penghiburan Allah
Allah memberikan penghiburan-Nya terutama melalui Isa Al-Masih. Karena Isa adalah penjelmaan kasih Allah dalam wujud manusia. Isa menyatakan ajaran kasih Allah bagi kita.
Kitab Allah menyatakan kehidupan Isa bukan untuk menyatakan azab Allah. Melainkan justru untuk menolong manusia.
“Ruh Allah Taala ada padaku [Isa Al-Masih] . . . untuk membawa kabar baik kepada orang yang tertindas. Ia mengutus aku untuk membalut hati yang hancur . . . untuk menghibur semua yang berkabung” (Taurat, Yesaya 61:1-2).
Selanjutnya kematian Isa pada kayu salib juga menyatakan kasih Allah. Karena melalui-Nya kita bisa mendapatkan pengampunan dosa sehingga nantinya bisa masuk surga.
Mari Mendapatkan Penghiburan-Nya!
Jadi, semua hal ini yang membuka mata saya. Rupanya melalui Isa justru keadaan berbeda.
Pertama saya bisa merasakan Allah itu dekat dan peduli. Selanjutnya saya hidup tidak lagi takut akan azab kubur atau neraka karena ada jaminan surga.
Saya bisa mendapatkan semua ini dengan cara sederhana. Yaitu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Dalam proses ini malahan saya juga mendapat teman dan saudara baru. Saya merasa Allah menggantikan rasa kehilangan adik saya yaitu dengan mendapatkan banyak saudara baru yang sangat perhatian.
Memang Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya! Ia dekat dengan kita melalui Isa Al-Masih.
“Aku [Allah] sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau“ (Injil, Ibrani 13:5).
Mari alami penghiburan Allah. Mari mengimani Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Mukmin Bertanya Kenapa Hidup Selalu Susah? Ini Jawabannya!
- Keunggulan Agama Islam dan Nasrani Menghadapi Penderitaan
- Mencari Ketenangan Hati Melalui Al-Fatihah dan Kitab Zabur
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara mengapa banyak tragedi bisa terjadi pada umat yang soleh?
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai tragedi bisa menghapus dosa, namun tetap tidak ada kepastian surga?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa dalam Injil Allah adalah sumber Penghiburan (melalui Isa Al-Masih)?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/ SMS ke: 0812-9530-4930
