
Sepatu kita biasanya kotor, karena di Indonesia sering hujan dan tanah berlumpur. Sebelum masuk ke rumah, kita melepaskan sepatu agar lantai tidak kotor. Terlebih lagi saat lantai baru dibersihkan.
Inilah keadaan manusia berdosa. Hati kita penuh dengan kekotoran karena dosa.
Dalam keadaan seperti ini kita akan menerima hukuman Allah saat hari pembalasan. Terlebih lagi kita tidak mungkin bisa masuk ke surga Allah yang Maha Suci.
Bagaimana cara agar hati bersih? Mari kita simak artikel ini. Kita perlu mendapat pertolongan Allah agar bisa masuk surga.
Dapatkah Manusia Membersihkan Hatinya Sendiri?
Sebagai manusia kita pasti berbuat kesalahan. Selama kita hidup penuh dengan dosa. Kita juga tinggal di dunia yang tidak sempurna.
Seorang supir angkot pernah jujur mengakui bahwa mustahil ada cara agar hati bersih untuknya. Karena ia sering memaki di jalan raya. Kondisi panas, jalanan macet dan tidak teratur selalu membuatnya emosi.
Hal ini seperti saya saat mengenakan sepatu di lapangan yang berlumpur. Sepatu saya menjadi sangat kotor.
Saya telah berusaha untuk membersihkannya. Saya menyeka dengan kain lap. Namun hal itu sia-sia! Karena jalan sangat berlumpur, seketika sepatu saya akan kotor kembali.
Demikianlah amal dan ibadah kita seperti kain lap. Kita berusaha membersihkan dosa. Namun tetap saja akan ada dosa baru yang datang. Hal ini akan terus membuat hati kita kotor.
Sepertinya dengan kemampuan kita sendiri, mustahil mendapat cara agar hati bersih. Kita akan terus berdosa selama kita hidup.
Hari Pembalasan Allah Sangat Menakutkan

Hal ini tentu sangat menakutkan. Karena jika kita tidak mendapatkan cara agar hati bersih, maka akan mengalami hukuman-Nya.
Bahkan banyak ulama mengajarkan bahwa sewajarnya manusia hidup dalam ketakutan. Yaitu karena sadar akan hari pembalasan Allah.
“Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka . . . Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (Qs 23:57,60).
Hadist Sunan Tirmidzi 3099 menjelaskan ayat ini. Orang-orang yang takut ini bukanlah orang kafir. Melainkan justru umat yang taat beribadah.
Umat diharapkan bisa bersegera dalam kebaikan. Alasannya karena kita penuh dosa. Amal ibadah kita saja belum tentu Allah terima. Karena itu kita perlu berusaha melakukan sebaik yang kita bisa dengan rasa takut.
Para Salafus Shalih Takut Azab Allah
Para Salaf (Salafus shalih) juga menyadari bahwa manusia sulit mendapatkan cara agar hati bersih. Sehingga banyak di antara mereka yang takut akan hari pembalasan Allah.
“. . . mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang . . . takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti” (Qs 17:57).
Para Salaf adalah generasi awal pengikut Nabi Islam. Mereka adalah para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Ada beberapa contoh kisah ketakutan mereka.
- Sa’id bin Jubair tidak mau tertawa.
Temannya, Al Hajjaj bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak mau tertawa?”
Sa’id kemudian menjawab jujur. Ia berkata: “Bagaimana aku bisa tertawa ketika api jahanam telah dinyalakan dan belenggu-belenggu telah dipasang?”
- Ghazwan takut api neraka.
Suatu hari terjadi kebakaran di rumah tetangga Ghazwan. Iapun berusaha memadamkan api. Saat itu salah satu jari tangannya terkena percikan api.
Ia kemudian berkata: “Sungguh aku merasa kesakitan oleh api dunia. Demi Allah, aku tidak mau Allah melihatku tertawa. Hal ini sampai aku tahu apakah Ia akan menyelamatkan aku dari api neraka atau tidak.” Namun masalahnya selama hidup, Ghazwan tidak pernah mengetahuinya.
- Thawus sulit tidur.
Setiap kali Thawus merebahkan tubuhnya, ia ketakutan. Ia merasa seperti sebutir biji kacang di atas penggorengan. Ia kemudian bangun dan berdoa.
Thawus sering bercerita kepada para sahabatnya. Ia berkata: “ingat akan neraka, bisa melenyapkan nafsu tidur Mukmin.”
Allah Memahami Keadaan Manusia

“. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).
Kitab Injil menyatakan bahwa manusia berdosa tidak mungkin masuk surga.
“Akan tetapi, ke dalamnya [surga] sekali-kali tidak akan masuk sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan pekerjaan yang keji, atau yang membohong . . .” (Injil, Kitab Wahyu 21:27).
Namun Allah juga Maha Kasih. Allah menghendaki manusia bisa mendapatkan cara agar hati bersih. Ia mau supaya kita bisa selamat dan masuk ke surga.
Cara Agar Hati Bersih
Teman saya terlihat kaget saat melihat saya membersihkan sepatu di tengah hujan. Ia berkata: “Dalam keadan seperti ini, mustahil bersih. Pasti butuh pertolongan dari langit untuk hal itu bisa terjadi.”
Memang demikianlah keadaan manusia. Mustahil kita mendapatkan cara agar hati bersih. Kecuali jika Allah yang menolongnya.
Pertolongan Allah adalah dengan cara Ia sendiri menjelma menjadi manusia. Ruh Allah dan Kalimatullah menjadi manusia sempurna melalui pribadi Isa Al-Masih.
Isa membawa ajaran kasih. Ia juga mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dari dosa manusia.
Melalui Isa, Allah akan mengampuni dosa kita. Kemudian Ia akan membersihkan hati kita.
“Sekalipun dosa-dosamu seperti kain merah tua, semuanya akan menjadi putih seperti salju; sekalipun merah seperti kesumba, semuanya akan menjadi putih seperti bulu domba” (Taurat, Yesaya 1:18).
Selanjutnya kita bisa mengikuti ajaran kasih Isa. Agar kita bisa hidup benar sampai masuk surga.
“Kita semua tersesat seperti domba, setiap orang menyimpang menurut jalannya sendiri . . . [Isa Al-Masih] yang benar itu akan membenarkan banyak orang . . . Ia akan memikul kesalahan-kesalahan mereka . . .” (Taurat, Yesaya 53:6,11).
Pertolongan Allah untuk Manusia

Kita bisa mendapatkannya dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka Allah akan membersihkan hati dan membimbing kehidupan kita.
“Di dalam Al-Masih, kita memperoleh tebusan melalui darah-Nya, yaitu pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya” (Injil, Surat Efesus 1:7).
Memang mustahil manusia mendapatkan cara agar hati bersih. Namun Allah memberikan jalan keluarnya.
Maukah Anda mendapatkan hati yang bersih dan jaminan surga? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Cara Muslim dan Nasrani Pasti Mendapatkan Cahaya Allah di Hati
- Solusi Membersihkan Hati Yang Kotor Bagi Manusia Yang Penuh Dosa
- Mencari Ketenangan Hati Melalui Al-Fatihah dan Kitab Zabur
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Kami berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa kita takut menghadapi Hari Pembalasan?
- Bagaimana kondisi hati Saudara sekarang? Penuh dosa? Suci? Silakan hubungi kami jika masih ragu-ragu.
- Menurut Saudara bagaimana cara membersihkan hati yang Allah tawarkan melalui Isa Al-Masih? Jelaskan!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Berikut ini dua link yang berhubungan dengan artikel “Cara Membersihkan Hati Agar Dapat Berkenan Di Hadapan Allah”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Hisab, Benarkah Bukti Kasih Sayang Allah Pada Muslim?
- Pertolongan Allah SWT Dan Isa Al-Masih Di Akhirat
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Cara Membersihkan Hati Agar Dapat Berkenan Di Hadapan Allah”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/ SMS ke: 0812-9530-4930

*
Seperti ditulis di atas: “Hati yang hitam karena dosa, dapat menjadi putih jika dibersihkan dengan darah Isa Al-Masih yang tercurah di salib-Nya. Pembersihan ini disediakan untuk setiap orang yang datang kepada-Nya untuk keselamatan.”
Bagaimana dengan nasib orang yang belum mengenal Isa Al-Masih, tetapi sifatnya seperti “Kristus”. Adakah tempat buat dia di sorga?
Mohon pencerahan saudaraku! Terima kasih.
~
Pada umumnya manusia ingin hidup atau meniru gaya hidup pemimpin yang sedang diteladaninya. Begitu pula orang-orang Kristen. Mereka dituntut untuk menjalani hidup seperti Isa Al-Masih hidup.
“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup“ (Injil, Surat 1 Yohanes 2:6).
Hidup seperti Isa Al-Masih bukan hanya hidup meniru gaya hidup Isa Al-Masih, misalnya ketika melihat bahwa Isa Al-Masih mempunyai kesabaran yang tinggi, maka kita meniru kesabaran-Nya.
Sebenarnya syarat pertama untuk menjadi seperti Isa Al-Masih kita perlu dilahirkan kembali. Kata “dilahirkan kembali” secara harfiah berarti “lahir dari atas”. Lahir kembali adalah tindakan Allah yang memungkinkan kita “menjadi anak-anak Allah” dan mempunyai hidup kekal di sorga, melalui percaya Isa Al-Masih.
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12).
~
SL
*
Seperti yang ditulis admin :
Lahir kembali adalah tindakan Allah yang memungkinkan kita “menjadi anak-anak Allah” dan mempunyai hidup kekal di sorga, melalui percaya Isa Al-Masih.
Bukankah semua umat Kristen sudah dibaptis dan menjadi “anak Allah”?
Terkait dengan hal diatas, bagaimana dengan sebaliknya, orang Kristen yang hidupnya tidak seperti “Kristus”. hanya dengan modal percaya bisa masuk sorga.
Bukankah Allah itu maha adil? Mohon pencerahannya!
~
Dalam Kitab Suci Injil, Isa Al-Masih berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 7:21).
Ayat di atas tidak dimaksudkan bahwa Isa Al-Masih tidak suka dipanggil “Tuhan”. Melainkan Isa Al-Masih mengatakan bahwa tidak semua yang merasa dirinya Kristen dan sudah dibaptis akan selamat, atau masuk ke sorga. Tapi hanya orang-orang yang melakukan kehendak-Nya.
Orang Kristen yang sejati adalah seorang yang telah menempatkan iman dan percayanya kepada Isa Al-Masih, yang telah mati di salib sebagai pembayaran dosa, dan bangkit kembali pada hari ketiga untuk memberi hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.
Tanda dari orang Kristen yang sejati adalah kasihnya kepada sesamanya dan ketaatannya kepada Firman Tuhan. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan” (Injil, Surat 1 Yohanes 2:3,10).
~
SL
~
Semoga darah Tuhan Yesus membersihkan setiap dosa yang telah kita perbuat.
Untuk staff IDI Tuhan Yesus memberkati.
~
Saudara Hanna,
Terima kasih atas komentar yang saudara sampaikan.
“Dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Injil, Surat 1 Yohanes 1:7-9).
Selama hidup ini, kita sudah begitu banyak menimbun dosa. Siapa yang dapat mengatasi dosa-dosa itu? Jelas kita tidak dapat mengatasinya sendiri.
Dari ayat di atas, satu-satunya cara di mana dosa-dosa kita dapat dibersihkan adalah hanya dengan darah Yesus! Inilah satu-satunya jalan yang tersedia di muka bumi ini. Tak ada jalan lainnya!
~
Slamet
~
Artikel ini semakin membuat kami umat Muslim (insya allah) yakin dengan kebenaran Islam. Dengan dalil yang sesuai dengan logika “Bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (Qs 53:38).
~
Saudara Opu,
Kami bersyukur bila ternyata artikel kami memberi dampak positif bagi saudara.
Kami setuju dengan ayat yang saudara kutip. Jelas sangat mustahil bagi orang berdosa untuk memikul dosa orang lain. Bahkan Kitab Suci Allah mengatakan “upah dosa adalah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Orang yang masuk dalam maut tentu tidak dapat menyelamatkan orang lain, bukan?
Nah menurut Sdr. Opu, bagaimana dengan Dia yang suci dan tidak berdosa? Bukankah Dia dapat menyelamatkan orang lain dari dosa? “Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19).
~
Saodah
~
Setelah menyimak beberapa artikel anda saya makin bingung.
~
Saudara Echol,
Kami sangat berterima kasih sdr telah menyimak artikel-artikel kami.
Bila sdr mengalami kebingungan. Silakan sdr memberitahukan kepada kami apa yang sdr ingin tanyakan. Dengan senang hati kami akan memberikan penjelasan. Sdr juga dapat meng-email kami di [email protected]
~
Daniar
~
Berarti Kristen bebas berbuat dosa apapun jika sudah mempercayai Yesus disiksa dan dibunuh. Pantas banyak pendeta berbuat bejat tanpa takut. Dosanya sudah ditanggung Yesus.
~
Saudara Gandhi Waluyan,
Puji syukur untuk kita yang sudah menerima rahmat keselamatan yang Allah berikan dalam Isa Al-Masih, artinya orang tersebut sudah bertobat dan menjauhi segala perbuatan dosa. Orang yang sudah bertobat tentu tidaka kan berbuat dosa lagi, bukan? Sekalipun masih bisa jatuh dalam dosa karena manusia masih hidup dalam tubuh yang fana yang selalu ada godaan untuk berbuat dosa.
Namun keselamatan yang Isa Al-Masih berikan akan membuat kita menjauhi dosa sebab kita akan hidup seturut kehendak Allah dan Firman-Nya.
~
Noni
*
Cara membersihkan hati menurut Yesus adalah seperti yang tertulis dalam Matius 5:20 yaitu “Hidup keagamaanmu harus lebih benar daripada ahli Taurat dan orang farisi. Selain itu juga, untuk membersihkan hati akibat mata yang melihat sesuatu yang tidak pantas, matamu harus dicungkil. Tangan atau kakimu harus dipenggal jika menyebabkan kamu tersesat. Ini jelas tertulis dalam Matius 5:27-30.
Perkataan Yesus ini jelas menunjukkan tidak ada cara apapun (taubat dan berbuat baik) untuk membersihkan hati.
~
Saudara Gandhi,
Terima kasih atas pertanyaan yang sangat penting ini. Isa Al-Masih mengajarkan bahwa hidup yang benar bukan hanya mengikuti peraturan secara formal, tetapi juga harus mencakup perubahan hati yang sejati dan tentu ini adalah pertobatan.
Ayat yang saudara kutip, dimana Isa Al-Masih tidak secara harfiah menyuruh orang untuk memotong anggota tubuh mereka, melainkan menggunakan ungkapan kiasan untuk menggambarkan pentingnya menjaga hati dan pikiran agar tidak terjerat dalam dosa. Isa Al-Masih menekankan bahwa dosa dimulai dari dalam hati dan pikiran, dan itulah yang perlu dibersihkan.
Dalam Injil, Surat 1 Yohanes 1:9, menuliskan “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Mintalah pengampunan dari Isa Al-Masih maka Dia akan memberikan pengampunan pada saudara.
~
Salma
Mengapa kita harus takut? Jika tdk ada takutnya kita akan terus melakukan dosa. Dlm islam setiap berdosa hrs selalu bertaubat. Kata Kristen percuma nanti kotor lagi. Hanya pertolongan dr langit…bla bla bla. Sy sarankan anda tdk usah makan nanti lapar lagi.
Kristen begitu mudah diperdaya dlm ayat apa tujuan yesus disalib itu utk menghapus dosa manusia? Bukankah dia mati karena rencana iblis (Yoh13:2) tdk ada ayat lakitab menulis alsan para imam menyalin yesus agar menebus dosa manusia.
~
Saudara Gandhi,
Terima kasih untuk paparan saudara. Tiap orang sangat sulit untuk membersihkan hatinya. Apakah Anda mampu membersihkan hati Anda sendiri? Apakah jaminan bahwa Anda sudah bersih dan diterima Allah?
Saya yakin Anda tidak mudah untuk memberikan jawaban yang pasti sesuai dalil yang dimiliki. Hanya Isa Al-Masih yang dapat membersihkan hati manusia dan diterima Allah. Itu sebabnya, Isa Al-Masih berfirman, “Aku memberi mereka hidup sejati dan kekal, dan untuk selamanya mereka tak akan binasa” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
Artinya Isa Al-Masih memberikan jaminan diterima Allah. Bagaimana perasaan Anda mengetahui bahwa Isa Al-Masih yang dapat membersihkan hati dan diterima Allah?
~
Salma
~
Setelah penahan dicabut, maka giliran malaikat melaksanakan tugasnya. Hanya mereka yang di dalam hadirat YAHWEH YESHUA pasti paham hal ini.
~
Zeqaryah Aris Wihardjanto,
Terima kasih untuk tanggapan Anda. Memang saat ini masih ada yang menahan. Itu sebabnya, Allah memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menerima rahmat Isa Al-Masih agar bisa diterima Allah.
Mustahil manusia memiliki hati yang bersih dengan hakikat ang berdosa. Tentu ini upaya yang tidak mungkin bisa dilakukan manusia. Isa Al-Masih berfirman, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:36).
Dengan demikian, hanya Isa Al-Masih yang dapat membersihkan hati manusia. Maukah saudara menerima rahmat dari Isa Al-Masih agar hati menjadi bersih?
~
Solihin