Beberapa waktu yang lalu ada berita menghebohkan. Ada kyai terkenal mengatakan bahwa ia memiliki kunci Ka’bah.
Hal ini sangat membanggakannya. Ia memperlihatkan kepada banyak orang dan juga di Sosial Media.
Namun kemudian ada berbagai tanggapan kritis. Banyak yang meyakini hal ini pasti tidak benar. Karena pemegang kunci Ka’bah hanya boleh orang tertentu. Dan ia pasti ditunjuk oleh Kerajaan Arab Saudi.
Terlebih lagi beberapa orang memperlihatkan ada banyak replika kunci palsu. Yaitu barang yang dijual bebas di toko online.
Jika kunci Ka’bah saja begitu menghebohkan, terlebih lagi kunci surga. Penting kita mengetahui siapa pemegang kunci surga. Karena kita semua pasti ingin masuk ke dalamnya.
Mari kita lihat siapa pemegang kunci surga agar kita mendapat kedamaian hati. Karena kita tahu ada jalan mencapai surga Allah.
Semua Orang Merindukan Surga
Salah satu kenyataan pahit adalah bahwa tidak ada yang abadi. Semua manusia pasti akan meninggal.
Tentunya kita semua ingin menghindari neraka. Karena neraka adalah tempat penuh siksaan. Kita akan sangat menderita di sana.
Sebaliknya, kita pasti rindu masuk surga. Karena surga adalah tempat yang penuh kenikmatan (Qs 42:22). Karena itu, kita perlu mengetahui siapa pemegang kunci surga.
Umat Islam Pemegang Kunci Surga?
Ada ulama di Indonesia yang mengatakan bahwa umat Islamlah pemegang kunci surga. Sehingga umat tidak perlu takut neraka.
Bahkan aneh jika ada umat Islam yang takut neraka. Karena Allah telah memberikan kunci surga. Sedangkan Allah tidak pernah memberikan kunci neraka.
Kemudian ulama itu menjelaskan kunci surga yang dimaksudkannya. Yaitu bahwa umat perlu menyembah Allah dan mengikuti semua perintahnya.
Umat perlu taubat dari semua dosanya. Kemudian hidup dalam ketakwaan penuh terhadap Allah. Yaitu menjalankan ibadah dengan tekun.
Hal ini berarti perlu taat menjalankan sholat. Lima kali sehari seumur hidup. Juga perlu taat berpuasa dan harus mengganti jika ada hutang puasa.
Selanjutnya umat perlu melakukan rukun agama lainnya. Misalnya jika berkemampuan, menunaikan haji. Dan tentu saja beramal tidak boleh dilupakan.
Namun yang lebih berat adalah menjaga hati, pikiran dan perkataan. Misalnya perlu menjaga pikiran tetap bersih. Juga menahan diri dari berbagai godaan.

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dari kesombongan” (Hadits Muslim No.133).
Semua hal ini menjauhkan kita dari pintu surga.
Manusia Berdosa: Tidak Mampu Pegang Kunci Surga
Mendengar penjelasan ini ada berbagai respon dari umat karena merasa mendapat harapan kosong. Atau janji baik yang terlalu tinggi untuk diraih.
Pada awalnya terkesan ada berita baik. Jawaban siapa pemegang kunci surga, adalah umat Islam. Namun kemudian ada banyak persyaratan untuk mendapatkannya.
Pada kenyataannya adalah mustahil kita mampu memenuhi semua tuntutan hukum agama. Pasti akan ada khilaf dan kesalahan yang kita perbuat.
Ada Hadist yang juga membahas pandangan ini. “Rasulullah bersabda: ‘Kunci surga adalah Shalat dan kunci Shalat adalah suci . . .” (Musnad Ahmad 14135).
Masalahnya apakah kita sebagai manusia mampu melakukan sholat tanpa bolong seumur hidup? Tentu saja kita akan ada kelalaian.
Terlebih lagi, manusia tidak mampu hidup suci. Kita bisa saja beribadah, namun Allah tidak menerimanya. Hal ini karena motivasi yang salah dalam hati kita.
“. . . syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang mengerjakan shalat . . . dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya” (Sunan Ibnu Majah 4194).
Inilah yang menjadi kendala manusia. Allah adalah Maha Suci, sehingga mustahil manusia berdosa memegang kunci surga. Pintu surga tidak akan terbuka menerima kita.
Manusia Berdosa: Masuk Neraka

Pada pihak lain, mungkin saja pintu neraka tidak pernah tertutup. Atau malah neraka tidak ada pintunya. Sehingga setiap manusia mudah terpeleset dan masuk ke dalamnya.
Saya dan beberapa teman sulit mempercayainya. Namun benar bahwa manusia sulit masuk surga. Kita malah mudah berbuat berdosa dan masuk neraka.
“Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).
Melihat keadaan ini membawa kita kembali pada pertanyaan awal. Jika demikian siapa pemegang kunci surga?
Petunjuk dari Kitab Allah
Kitab Allah, yaitu Taurat, Zabur dan Injil memberi petunjuk. Ada satu bagian ayat yang menarik. Isinya memberi jawaban siapa pemegang kunci surga.
“Akulah yang pertama dan yang terakhir. Akulah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya. Aku memegang anak-anak kunci kematian dan alam maut” (Injil, Kitab Wahyu 1: 17-18).
Ayat ini memberi informasi bahwa ada Pribadi Ilahi. Ia pernah menjadi manusia. Ia pernah mati namun bangkit dan hidup selamanya.
Inilah Isa Al-Masih! Isa adalah penjelmaan Allah dalam wujud manusia. Isa lahir melalui perawan Maryam. Hanya Dia satu-satunya nabi yang lahir secara ilahi.
Isa adalah manusia yang suci. Tidak pernah tertulis dosa Isa baik dalam Al-Quran, Taurat, Zabur atau Injil. Karena itu, hanya Isa yang mampu memegang kunci surga.
“Isa Al-Masih: Sekalipun Ia bersifat Ilahi . . . menjadi sama dengan manusia . . . Ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati . . . Itulah sebabnya, Allah sangat menjunjung-Nya tinggi dan menganugerahkan kepada-Nya nama di atas segala nama” (Injil, Surat Filipi 2:5-9).
Isa juga yang nantinya akan datang pada akhir zaman. Ia akan menjadi Hakim Adil untuk manusia.
Isa Al-Masih Pemegang Kunci Surga

“Akulah pintu. Jika seseorang masuk melalui Aku, ia akan selamat . . .” (Injil, Yahya 10:9).
Hal ini terjadi karena jika kita mengimani Isa dan menjadi pengikut-Nya, Allah akan mengampuni dosa kita. Ia juga akan membimbing kita dalam kebenaran. Sehingga kita memperoleh kepastian surga-Nya.
Jalan Pasti ke Surga
Jadi jelas siapa pemegang kunci surga. Yaitu Isa Al-Masih! Ia adalah jelmaan Allah menjadi manusia, untuk menjadi pengantara, menyelamatkan kita.
“Melalui Isa Al-Masih, Allah memberikan pengampunan dosa. Setiap orang yang mengimani-Nya dibebaskan dari segala dosa. Hal ini tidak mungkin tercapai dari berusaha memenuhi seluruh perintah Allah” (Injil, Kisah Para Rasul 13:38-39, BIS parafrasa).
Maukah Anda mendapatkan kepastian surga? Kuncinya ada pada Isa Al-Masih. Mari kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Kunci Ketenangan Hati Bagi Mukmin di Dunia dan Akhirat
- Kunci Ibadah Muslim Yang Mendekatkan Diri Kepada Allah
- Adakah Kunci Terbebas dari Neraka Melalui Al-Fatihah?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- “Mustahil manusia berdosa memegang kunci surga.” Setujukah Saudara dengan pernyataan ini? Jelaskan jawabannya.
- Jelaskan, menurut Saudara siapa pemegang kunci surga yang sebenarnya?
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai Isa Al-Masih, pribadi tanpa dosa, sebagai yang memegang kunci surga?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Bagian Kedua Al-Fatihah”, Siapa Pemegang Kunci Kerajaan Akhirat?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930


*
“Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya. Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Kitab Wahyu 1:17-18).
~
Sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup,
Dia adalah Isa Al-Masih sudah ada pada penciptaan masa lalu, dan Dia yang akan mengarahkan segala sesuatu hingga akhirnya mencapai penggenapan rencana Allah.
Tidak ada manusia biasa yang dapat mengalahkan maut – namun Isa Al-Masih telah melakukannya. Sebagaimana halnya Dia pernah mati namun kini hidup, demikian pula kita yang adalah milik-Nya, akan hidup selama-lamanya bersama dengan Dia.
Bahkan Isa Al-Masih memiliki kunci maut dan kerajaan maut pastilah menunjukkan bahwa nasib jiwa manusia sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Isa Al-Masih.
~
SL
~
Sebelum Isa Al-Masih terangkat ke sorga Dia berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Injil, Rasul Besar Matius 28:18). Setelah Dia mati turun dalam kerajaan maut untuk merampas kunci maut dan kerajaan maut dari tangan Iblis (Injil, Surat Wahyu 1:18).
Artinya Isa Al-Masih benar-benar Allah yang berkuasa di bumi, di sorga, bahkan berkuasa atas maut dan kerajaan sebagai musuh terakhir yang Dia kalahkan. Dia satu-satunya Allah yang layak disembah, Dia Allah yang kudus yang duduk di tahta anak domba Allah. Dari situ Dia memerintah seluruh mahluk ciptaan-Nya.
~
Saudara Surya Helkes,
Terimakasih atas komentar saudara. Memang benar Isa Al-Masih adalah Allah yang telah menjadi manusia. Tujuannya menjadi manusia bukan untuk memenangkan suatu pertempuran melawan Iblis, sebab Iblis hanyalah ciptaan. Dan bukan pula untuk mengambil alih kekuasaan alam semesta. Sebab tidak pernah dan tidak akan ada yang menggeser posisi-Nya.
Tujuan adalah untuk menjadi imam besar satu-satunya yang menebus dan mendamaikan manusia dengan diri-Nya. Sebab hanya Dia yang dapat melakukan hal itu.
~
Noni