Kita semua mencari nikmat di dunia ini. Masalahnya, kita sering mencarinya di tempat yang salah. Misalnya, dalam alkohol, seks bebas, perjudian, narkoba, dll.

Memang kita meyakini Allah yang memelihara dan melindungi. Banyak ulama tegas menyatakan nikmat manusia sumbernya adalah Allah. Karena berasal dari Allah, nikmat adalah baik adanya.
Namun kita sebagai manusia penuh kelemahan sehingga ada yang tersesat dalam mencari nikmat. Banyak juga dosa yang kita perbuat. Jika demikian, bagaimana kita bisa mendapat nikmat-Nya?
Mari kita lihat cara agar kita bisa mendapatkan nikmat Allah.
Nikmat Allah Penting untuk Hidup Manusia
Dalam kehidupan kita membutuhkan sumber daya alam. Misalnya kita butuh udara untuk bernafas. Kita butuh air untuk minum. Makanan kita juga berasal dari hewan dan tumbuhan yang ada di bumi.
Semua ini adalah contoh nikmat yang Allah berikan. Allah sumber nikmat sehingga Ia menyediakan semuanya untuk manusia.
Jika kehidupan di bumi membutuhkan nikmat Allah, terlebih lagi di akhirat. Kita pasti mau mendapat nikmat Allah di surga.
Karena inilah umat Islam sering mendoakannya. Untuk mendapat jalan lurus Allah yang penuh nikmat.
Hal ini terdapat dalam Surat Al-Fatihah ayat 6 dan 7. Merupakan bagian dari surat yang didoakan berulang setiap hari.
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Qs 1:6-7).
Apakah Semua Orang Bisa Mendapat Nikmat-Nya?
Masalahnya banyak orang yang tersesat dalam mencari nikmat Allah. Mereka berusaha memenuhi keinginannya, namun dengan jalan yang salah.
Contohnya, mereka berusaha mendapatkan kekayaan dengan cara tidak halal. Banyak orang yang mencuri atau menipu.
Juga banyak yang terlibat pergaulan buruk. Tujuan awalnya untuk bersenang-senang, namun kenyataannya malah membawa kepada banyak dosa. Contohnya banyak orang terlibat perzinahan dan mabuk.
Terlebih lagi bahkan kita tidak bisa yakin dengan rezeki halal yang kita terima. Kita tidak tahu apakah ini nikmat atau tipu daya dari Allah (Musnad Ahmad 16673).

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan . . . Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira . . . Kami siksa mereka . . . ketika itu mereka terdiam berputus asa” (QS 6:44).
Manusia Tidak Layak Menerima Nikmat-Nya
Selanjutnya kita sebagai manusia sangat sulit menerima nikmat-Nya. Bahkan hal ini menjadi mustahil karena kita memang tidak layak mendapatkannya.
Setiap manusia pasti melakukan banyak dosa, kita tidak mungkin hidup tanpa kesalahan (Jami’ At-Tirmidzi 2423).
Masalahnya setiap pelanggaran pasti akan ada hukumannya. Bahkan pelanggaran kecil sekalipun.
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Qs 99:8).
Jika demikian kita pasti tidak bisa mendapat nikmat-Nya. Melainkan malah akan mendapat banyak hukuman dari dosa kita.

Kita bisa saja berbohong, lupa sholat, berpikiran kotor dan sebagainya. Banyak khilaf yang kita lakukan setiap harinya.
Jika semua dosa ada hukumannya, pastilah kita akan mendapatkan banyak penderitaan. Tidak ada manusia yang bisa luput dari hukuman Allah.
Jika demikian bagaimana kita bisa mendapat nikmat-Nya?
Allah Sumber Nikmat Menolong Manusia
Kasih Allah jauh melampaui kasih orang tua kita. Jika kita peduli dengan anak-anak kita, bahkan yang nakal sekalipun, terlebih lagi Allah.
Allah memang tergambar sebagai orang tua yang baik. Ia mau memberikan nikmat-Nya kepada manusia.
“Setiap anugerah yang baik dan setiap berkah yang sempurna datang dari atas, turun dari Sang Bapa [Allah] . . .” (Injil, Yakub 1:17).
Karena itu Allah menyediakan jalan keluar bagi dosa manusia. Pertolongan-Nya adalah dengan Isa Al-Masih.
Isa adalah penjelmaan kasih Allah dalam wujud manusia. Al-Quran menyatakan Isa adalah tanda rahmat Allah bagi manusia (Qs 19:21).
Solusi Untuk Mendapatkan Nikmat-Nya
Melalui Isa kita bisa mendapatkan nikmat Allah. Yaitu saat kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya.

Hal ini bukan karena kita mampu hidup sempurna. Melainkan karena menerima rahmat Allah.
“Kita diselamatkan-Nya, bukan karena perbuatan-perbuatan baik [amalan] yang kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya . . . yang sudah dicurahkan atas kita . . . oleh Isa Al-Masih, Penyelamat kita . . . untuk memperoleh hidup yang kekal [surga]” (Injil, Titus 3:5-7).
Selanjutnya dalam kasih-Nya, Allah akan membimbing kita sampai masuk surga. Yaitu saat kita menjadi pengikut Isa Al-Masih. Kita belajar dan mempraktekan ajaran kasih Isa.
Inilah cara Allah sumber nikmat menolong manusia. Melalui Isa kita mendapat ampunan dosa dan kepastian surga. Tentu saja melalui Isa kita pasti mendapat berkah-Nya.
Kita juga akan mengalami nikmat-Nya di dunia ini. Kita akan mendapatkan kedamaian-Nya, kasih-Nya, kebahagiaan-Nya, harapan-Nya, dan banyak lagi.
Anda Bisa Mendapatkan Nikmat-Nya!
Meskipun dunia tidak menjadi lebih baik, Anda dapat mendapatkan nikmat Allah.
Di dalamnya terdapat berkah-Nya, juga kebahagiaan untuk kehidupan kita. Bahkan pertolongan-Nya untuk jaminan surga di akhirat. Inilah nikmat Allah yang tertinggi.
“. . . [Isa] penuh dengan anugerah dan kebenaran . . . dari kelimpahan-Nya, kita semua sudah menerima anugerah demi anugerah [nikmat-Nya]” (Injil, Yahya 1:14,16).
Mari menerima pertolongan yang Allah sediakan. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Anda pasti akan mendapatkan Nikmat Allah!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Nikmat Seorang Muslim Mengalami Pengampunan Dosa
- Apakah Orang Masuk Surga Karena Rahmat Allah Atau Amal?
- Cara Mendapatkan Rahmat Allah yang Mengalahkan Murka-Nya
Video:
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa nikmat dari Allah adalah baik dan penuh sukacita?
- Kepada siapa nikmat Allah diberikan? Mengapa?
- Bagaimana kita dapat menerima nikmat Allah?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Allah – Sumber Nikmat Dan Sukacita”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930.

~
1. Semua yang berasal dari tuntunan Allah adalah kebaikan.
2. Nikmat diberikan kepada semua manusia yang menerima petunjuk yang diberikan Allah melalui para nabi. Misi semua nabi adalah sama sebagai pengabar petunjuk Allah.
3. Menerima petunjuk Allah yang disampaikan semua nabi hingga nabi terakhir Muhammad yang semuanya tertulis di kitab suci terakhir, yang dijamin Allah kemurniannya Al Quran.
~
Saudara Xucinxgaronx,
Terimakasih sudah berusaha menjawab tiga pertanyaan fokus yang kami berikan.
Benar yang saudara katakan, bahwa semua yang berasal dari Allah adalah kebaikan. Tapi kita juga perlu tahu, bahwa kadang kala Allah mengijinkan umat-Nya untuk mengalami hal yang buruk. Seperti: sakit, dll. Semua itu bukan karena Allah membenci kita, tetapi agar kita semakin mencari Dia dan hanya mengandalkan Dia dalam segala hal.
Mengenai apakah hanya Al-Quran yang dijamin kemurniannya, menurut kami saudara terlalu dini menyimpulkannya. Ada baiknya saudara juga mempelajari kitab-kitab yang lain. Sebab menurut Al-Quran pada Injil dan Taurat terdapat petunjuk dan cahaya dari Allah.
~
Saodah
~
Benarkah ada Injil Perjanjian Baru dan Lama? Jangan-jangan Tuhan baru ada juga tuhan lama.
~
Saudara Syai Baba,
Jika saudara bertanya ada tuhan baru dan juga ada tuhan lama, kami sebagai orang yang percaya dengan adanya Tuhan Sang Pencipta alam semesta, mengatakan hal itu mustahil. Sebab, kami tidak pernah mengimani ada masa kadaluarsa dari tuhan. Jadi, menurut kami pertanyaan tersebut sangat konyol. Terlebih dilontarkan oleh orang yang mengaku percaya adanya Tuhan.
Pertanyaan sdr tentang Injil Perjanjian Baru dan Lama. Kitab Suci umat Kristen adalah Alkitab. Sering juga disebut dengan Istilah Injil, khususnya di kalangan umat Muslim.
Alkitab dibagi atas dua bagian utama, yaitu “Perjanjian Baru” dan “Perjanjian Lama.” Bagian-bagian utama ini disebut “Perjanjian” karena Allah membuat perjanjian kepada manusia. Pertama, antara Musa dengan bangsa Israel. Kedua antara Isa Al-Masih dengan seluruh umat manusia.
Untuk lebih jelasnya, silakan membaca penjelasan pada artikel ini: http://tinyurl.com/cwt5kny.
~
Saodah