
Memang, dalam perjalanan bisa ada banyak rambu dan petunjuk jalan. Kita perlu memperhatikannya untuk keamanan. Juga agar kita tidak tersesat.
Terutama saat sedang bepergian di daerah yang kita tidak kenal, sangat penting memperhatikan berbagai petunjuk. Jika tersesat, kita bisa melihat peta di telepon genggam atau bertanya pada polisi atau orang setempat.
Namun bagaimana dengan perjalanan ke surga? Adakah petunjuk arah ke surga yang kita bisa dapatkan?
Mari kita lihat apa petunjuk arah ke surga. Bagaimana kita bisa yakin untuk mencapai tujuan pada akhirnya yaitu selamat di akhirat.
Apakah Allah Memberi Petunjuk Arah ke Surga?
Kehidupan kita di dunia seperti orang yang melakukan perjalanan panjang. Kita berharap bisa sampai tujuan dengan baik.
Namun tidak semua orang mencapainya. Ada yang tersesat maupun menghadapi berbagai cobaan di tengah jalan.
“. . . seluruh manusia berpagi hari (dalam perjalanan), lantas menjual dirinya, hingga ia memerdekakan dirinya atau membinasakannya” (Sunan Darimi 651).
Karena itu, kerinduan manusia adalah untuk mendapatkan jalan lurus. Umat Islam mendoakannya berkali-kali dalam sehari dalam doa dari surat Al-Fatihah 1:6-7.
Dalam hal ini para ulama mengajarkan ada berbagai petunjuk arah ke surga. Agama memberikan berbagai tuntunan untuk manusia hidup. Hal ini terdapat dalam Al-Quran dan berbagai Hadist serta bimbingan para ulama.
“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan . . . mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita . . . dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” (Qs 5:16).
Memang agama berisi berbagai peraturan dan kewajiban yang umat perlu taati. Namun mungkinkah kita menjalani semuanya?
Halangan Petunjuk Arah ke Surga
Kita sebagai manusia lemah dan penuh dosa. Kita bisa khilaf karena hidup banyak cobaan dan tantangan.
Tidak jarang orang bisa emosi saat di jalan raya. Beberapa orang suka bergosip atau fitnah. Kadang kita juga bisa berbohong. Terlebih lagi pikiran kita bisa penuh dendam dan hawa nafsu.
Dalam keadaan seperti ini sulit kita melihat petunjuk arah ke surga. Sulit kita mendapatkan dan mengikuti petunjuk-Nya dengan baik.
“Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).
Terlebih lagi Allah menentukan ada orang yang mendapat petunjuk-Nya. Namun sebagian lainnya akan Ia sesatkan.

Pada akhirnya apakah benar ada kepastian petunjuk arah ke surga? Karena ajaran agama tidak menjamin umat masuk surga.
Setelah semua usaha dan amal yang kita lakukan, pada akhirnya kita tidak akan tahu. Allah yang akan menilai dan menentukan. Kita hanya bisa berharap untuk mendapatkan surga-Nya.
Dalam kondisi seperti ini bagaimana kita bisa mendapatkan petunjuk-Nya? Kita penuh dosa dan tidak yakin akan sampai tujuan.
Ilustrasi Petunjuk Arah ke Surga
Ada perkemahan remaja dengan kegiatan berpetualang di alam bebas. Para peserta dibagi beberapa kelompok kecil.
Tiap kelompok perlu mencari jalan dengan mengikuti petunjuk yang disediakan. Hal ini bisa berupa peta, maupun rambu jalan.
Namun kenyataannya kelompok remaja ini, banyak yang tidak memperhatikan petunjuk jalan. Banyak yang tidak sadar mengambil jalan setapak yang salah. Hal ini serupa dengan kita sebagai manusia yang sering khilaf dan berbuat salah.
Akibatnya banyak kelompok tersesat. Mereka tidak bisa menemukan jalan kembali ke perkemahan.
Inilah gambaran manusia yang ingin mencapai surga. Rute kehidupan kita jauh lebih rumit dan penuh tantangan. Bahkan sebenarnya tidak ada manusia sempurna. Kita pasti tidak mampu mencapai tujuan.
Dalam keadaan seperti ini panitia telah mempersiapkan pertolongan. Sudah ada beberapa petugas di tiap pos yang siap menolong. Juga ada beberapa mobil patroli yang mencari grup yang tersesat.

Demikianlah Allah yang Maha kasih melihat manusia. Ia mau menyelamatkan setiap orang berdosa untuk masuk surga. Allah yang berinisiatif memberikan petunjuk arah ke surga.
Allah Memberi Petunjuk Arah ke Surga
Kitab Allah menjelaskan kerinduan-Nya ini dalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Memang benar ada banyak petunjuk kebaikan bagi manusia. Namun, kita sebagai manusia lemah dan penuh dosa.
Karena dosalah yang membuat kita jauh dari Allah. Dosa membuat kita tersesat.
“Tetapi, kesalahanmu telah menjadi pemisah antara kamu dengan Tuhanmu, dan dosa-dosamu membuat Dia menyembunyikan diri darimu sehingga Ia tidak mendengar [doamu]” (Taurat, Yesaya 59:2).
Namun Allah mau menyelamatkan manusia. Allah memberi petunjuk-Nya dengan langsung menjelma menjadi manusia. Ini adalah Isa Al-Masih. Ia adalah perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah.
Memang Isa Al-Masih adalah tanda dan rahmat Allah bagi manusia (Qs 19:21). Karena itu hanya Isa satu-satunya Pribadi yang lahir dari perawan dan suci.
Isa adalah petunjuk arah ke surga yang pasti. Ia membawa ajaran kasih Allah. Ia juga mati di kayu salib untuk menanggung hukuman bagi dosa manusia.
“Kita semua tersesat seperti domba, setiap orang menyimpang menurut jalannya sendiri . . . [Isa Al-Masih] yang benar itu akan membenarkan banyak orang . . . Ia akan memikul kesalahan-kesalahan mereka . . .” (Taurat, Yesaya 53:6,11).
Jika kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya maka kita mendapatkan petunjuk arah ke surga. Dan Allah akan mengampuni dosa kita.
Petunjuk Pasti Arah ke Surga!
Allah yang Maha Kasih bertindak lebih jauh lagi. Ia bukan sekadar memberi petunjuk jalan. Ia bahkan rela membimbing kita sampai masuk surga.

Isa mengatakan bahwa gembala yang baik pasti mencari domba-domba yang tersesat. Karena itulah Ia rela datang ke dunia. Gembala yang baik rela mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya.
“Isa Al-Masih akan menjadi gembala mereka. Ia akan menuntun mereka ke mata air yang memberi hidup, dalam surga Allah yang penuh kebahagiaan” (Injil, Wahyu 7:17, parafrasa).
Demikianlah Allah memberikan jaminan surga! Melalui Isa, Ia mau mengampuni dosa. Ia juga menuntun kita sampai pasti masuk surga-Nya.
Maukah Anda mendapatkan petunjuk pasti arah ke surga? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Adakah Al Sirat Al Mustaqim Yang Pasti Menjamin Surga?
- Siapa Sumber Petunjuk dan Cahaya Bagi Umat Muslim, Seluruh Dunia?
- Adakah Jalan Allah Dalam Surat Al-Fatihah Untuk Keselamatan?
Video:
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa Saudara harus memohon bimbingan kepada Allah untuk sampai dengan sukses di akhirat?
- Mengapa Isa Al-Masih adalah Penuntun dalam perjalanan ke akhirat, “tanda” ke surga?
- Apakah Saudara ingin mengenal lebih jauh tentang Isa Al-Masih? Mengapa?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda*****pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930

~
To Nasrani,
Mengapa kalian baru mau percaya Yesus, setelah dijanjikan pahala sorga keselamatan?
~
Saudara Netrall,
Terimakasih untuk pertanyaan di atas. Kalau beragama hanya sekedar mengajarkan kehidupan manusia yang beradab, maka itu bukanlah tujuan akhir. Tetapi yang lebih penting dan terutama adalah bila menemukan kepastian kehidupan kekal, bukan karena usaha manusia tetapi pemberian Allah (Injil, Surat Efesus 2:8). Dan itu hanya diperoleh dengan percaya dan bertobat kepada Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
Selanjutnya, orang itu akan menjadi pengikut-Nya yang setia, dengan menuruti segala perintah-Nya sampai akhir ajalnya. Sebagai tanda syukur atas keselamatan yang Tuhan Yesus berikan kapadanya (Injil, Surat 1 Yohanes 2:6).
~
Endang
~
Kalau Yesus adalah jalan yang lebar dan luas, Allah, Bapa dan Roh Kudus itu apa?
~
Saudara Agus Winanto,
Tidak ada dalam Kitab Allah bahwa Yesus adalah jalan yang luas dan lebar. Melainkan hanyalah satu-satunya jalan kepada Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Malahan dalam Kitab Suci dikatakan: “…Sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 7:14).
Semoga Allah memberikan petunjuk jalan yang lurus bagi saudara.
~
Endang
*****
1. Petunjuk pedoman pasti dibuat penciptanya, guidence keselamatan manusia tentu saja harus berasal dari Allah sang pencipta manusia.
2. Semua nabi adalah penuntun atas pedoman keselamatan.
3. Kami sudah tahu Isa Al-Masih adalah untuk bangsa Israel. “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”(Ash Shaff: 6).
Matius 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
*****
Saudara Xucinxgaronx,
1. Betul sekali penuntunnya (Kitab Allah) berasal dari Allah. Persoalannya standard yang diberikan Tuhan adalah sempurna untuk memperoleh sorga (Injil, Rasul Besar Matius 5:48). Jadi hal ini membuat manusia berdosa berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya. Tetapi tidak dapat memperoleh kesempurnaan itu. Hanya anugerah Allah yang diberikan kepada mereka yang percaya kepada Isa Al-Masih (Injil, Surat Efesus 2:8).
2. Semua nabi memberikan petunjuk dan peringatan kepada umat manusia agar mengikuti jalan Allah. Tetapi semua nabi orang berdosa dan membutuhkan pengampunan dan keselamatan. Tetapi Isa Al-Masih menyediakan keselamatan kepada yang percaya kepada-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
3. Jawaban yang satu ini saudara bisa mengklik artikel kami yang lainnya: http://tinyurl.com/cqvgxdo.
~
Endang
~
To Sdr. Nasrani,
Siapa yang menciptakan kalian, dari tidak ada menjadi ada di muka bumi ini? Tuhan mana yang menciptakan kalian? Apa tujuan kalian diciptakan? Siapa pencipta alam semesta? Tuhan mana yang menciptakan alam semesta?
~
Saudara Gunanto,
Semua manusia tanpa terkecuali termasuk alam semesta diciptakan oleh Allah. Tujuan Allah menciptakan manusia untuk memuliakan Allah sebagai pencipta (Injil, Surat Roma 11:36).
Tuhan di dalam Isa Al-Masih menjadikan segala sesuatu. “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Isa) dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:3).
Semoga jawaban kami di atas dapat memuaskan saudara.
~
Endang
~
Staf IDI mengatakan “Yesus jalan menuju Allah.”
Bukankah Yesus sendiri adalah Allah?
~
Sdr Agus, benar yang sdr katakan, bahwa Yesus adalah Allah. Lalu mengapa Yesus disebut “jalan menuju Allah”?
Pada mulanya hubungan manusia dengan Allah adalah baik. Tapi dosa telah memisahkan manusia dengan Allah. Allah yang Maha Suci jelas tidak dapat bersatu dengan manusia yang berdosa. Untuk dapat kembali bersama dengan Allah di sorga, manusia mengandalkan seluruh kekuatannya. Sayangnya, DNA manusia yang adalah DNA pendosa, tidak bisa luput dari dosa. Sehingga manusia tetap kembali berdosa.
Lalu, bagaimana agar manusia bisa mendapatkan kembali kemuliaan Allah tersebut dan layak masuk sorga? Satu-satunya cara adalah melalui Isa Al-Masih. Dengan mengikuti Dia, maka sdr dijamin dapat tiba di sorga dengan selamat. Karena Yesus adalah satu-satunya “Jalan” yang harus sdr ikuti bila sdr mau mendapatkan kembali kemudian Allah dan dapat masuk sorga.
~
Saodah
~
To: Sdr. Xucinxgaronx,
Matius 15:24 yang saudara kutip mesti diteruskan sampai ayat ke 28 sbb:
“Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (Matius 15:25-28).
Kutipan-kutipan ayat yang lepas konteknya seperti sdr sajikan dalam Matius 15:24 ini, sering digunakan oleh sdr-sdr Muslim untuk berargumentasi. Sayang setiap orang bisa membaca sendiri dan membuktikannya dengan membaca Alkitab, baik Muslim maupun non-Muslim.
~
Saudara Muslim Yang Bertobat,
Terimakasih untuk penjelasan yang saudara berikan. Semoga hal ini menjadi pembelajaran bagi teman-teman lain. Sehingga ketika mereka mengutip sebuah ayat, mereka dapat terlebih dahulu melihat konteks dari ayat tersebut. Dengan demikian, mereka tidak salah dalam memahami makna sebenarnya dari ayat yang mereka kutip.
~
Saodah
*****
1. Semua orang tahu peraturan mengendara motor roda dua wajib pakai helm, tapi tidak semua pengendara roda dua pakai helm, hanya manusia terbimbing sajalah yang melaksanakannya.
2. Nabi Isa hanya satu di antara sekian banyak nabi dan rasul yang sudah diutus Tuhan.
3. Karena Nabi Isa adalah nabi Allah yang wajib diimani (termasuk Rukun Iman). Hukum/perintah agama/syariat yang wajib diikuti hanya syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Terimakasih mohon comment kalian.
*****
Sdr Panggabean,
1. Kami setuju dengan penjelasan sdr di atas. Jadi, menurut sdr bagaimana cara agar semua pengendara roda dua itu menggunakan helm? Dan bagaimana hubungannya dengan pertanyaan pada point pertama di atas?
2. Al-Quran mengatakan Isa satu-satunya Pribadi yang disebut “nabi,” yang semasa hidup-Nya di dunia tidak pernah melakukan dosa. Muhammad saja berdosa. Jadi, menurut sdr mengapa Isa bisa sedemikian sucinya?
3. “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46). Sudahkah sdr mencari petunjuk Allah dalam Kitab Injil dan Taurat? Bukankah perintah tersebut adalah syariat yang dibawah oleh Muhammad?
~
Saodah
~
1. Karena Allah Swt
2. Saya tidak tahu bagaimana cara Isa Al-Masih menuntun kita ke akhirat. Ketika umat manusia memohon kepadanya untuk dapat memberikan syafaat saja ia tidak mampu.
3. Sudah dijelaskan dalam Al-Quran.
~
Saudara Rheinmetall,
1. Setuju. Sudahkah Sdr. Rheinmetall mendapatkan bimbingan dari Allah, dapatkah saudara menjelaskan? Dan yakinkah saudara dapat sampai dengan sukses di akhirat?
2. Sdr. Rheinmetall mau tahu? Silakan baca di sini http://tinyurl.com/ze93dtt
3. Memang Al-Quran juga menuliskan tentang Isa Al-Masih. Lalu apakah Saudara ingin mengenal lebih jauh tentang Isa Al-Masih? Mengapa?
~
Daniar
*****
Jawaban no.1
Sudah seharusnya kita berpasrah diri kepada Allah (melakukan perintah dan menjauhi larangan-Nya) supaya kita diberi rahmat-Nya agar dapat mencapai surga milik-Nya. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (Qs 65:2-3).
Jawaban no.2
Sudah pasti Nabi Isa menjadi penuntun jalan menuju akhirat (surga), karena beliau adalah utusan Allah yang bertugas menyampaikan wahyu Allah tentang akhirat melalui injil. Tapi Isa tidak menjamin seseorang masuk surga. Yang dapat menjamin adalah Allah yang menciptakan Nabi Isa itu sendiri.
Jawaban no.3
Saya sangat ingin mengenal Nabi Isa dan nabi-nabi lainnya terutama Nabi Muhammad SAW. Mereka itu diutus Allah dengan membawa wahyu dari Allah agar manusia selalu bertaqwa kepada Allah.
*****
Sdr. Guns,
Terimakasih untuk kesediaan Anda menanggapi tiga pertanyaan fokus artikel. Berikut tanggapan kami:
1) Ayat Qs 65:2-3 yang Anda kutip sama sekali tidak membicarakan tentang keselamatan di akhirat. Bukankah konteks ayat ini adalah aturan perceraian dalam Islam? Tentu tidak bisa dikaitkan dengan keselamatan akhirat yang menurut Anda bisa diraih dengan melakukan perintah dan menjauhi larangan Allah, bukan?
2) Jika Isa Al-Masih diciptakan Allah, mengapa firman Isa berikut justru menyatakan diri-Nya Allah? Bukankah hanya Allah yang berkuasa menjadi“jalan”, “kebenaran”, dan “hidup” yang pasti membawa kita ke sorga? Apakah Allah rela berbagi kuasa dengan yang diciptakan-Nya seandainya Isa itu ciptaan Allah? “Kata Isa Al-Masih kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil Yohanes 14:6).
3) Jika Anda meyakini hanya Allah sajalah yang bisa menyelamatkan Anda ke sorga, mengapa Anda ingin lebih mengenal Muhammad daripada Allah? Bukankah Muhammad tidak memiliki kuasa menyelamatkan manusia? Saat Anda membaca firman Isa dalam Injil Yohanes 14:6 di atas, bukankah seharusnya Anda ingin lebih mengenal siapa Isa yang menyatakan keilahian-Nya, satu-satunya Allah yang bisa menyelamatkan?
~
Yuli
~
Mengapa kalian Nasrani mengatakan tanda itu adalah Allah? Padahal Allah menjadikan Yesus sebagai tanda kekuasaan-Nya untuk dibaca sebagai kalimat (bukti Yesus bukan Allah karena Ia hanya menjadi kalimat Allah). Agar umat Yahudi dan kalian percaya kepada Allah yang benar-benar Esa (Allahnya kaum Muslim). Bukan percaya kepada Trinitas tulisan Paulus di dalam Alkitab yang kalian imani. Itu bukti kalian adalah pengikut Paulus. Kalian mau mengikuti Yesus berserah diri kepada Allah pencipta alam semesta sebagai seorang Muslim.
~
Saudara NL,
Benar, bahwa Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” yaitu pribadi Allah. Isa Al-Masih disebut tanda, Dia Penuntun dalam perjalanan ke akhirat. Hanya Allah yang dapat membawa manusia ke sorga, bukan?
“Kata Isa Al-Masih kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil Yohanes 14:6).
~
Daniar
~
Penyambung Matius 15:24. Kata Tuhan buat nabi Isa Al-Masih itu “Lord”bukan “God” tapi Lord.
Bukan Tuhan tapi tuan. Terimakasih.
~
Saudara Miqdam,
Baik sekali saudara mau membaca Injil, sebab di dalam kitab suci Islam Injil disebutkan adalah terang bagi kehidupan manusia. Adapun persoalan yang saudara lihat adalah mengenai bahasa. Hal itu bisa dijelaskan. Bahwa perhatikan pola komunikasi di dalam konteks ayat tersebut. Sedangkan untuk mengetahui apakah Isa Al-Masih adalah Tuhan atau bukan, caranya adalah dengan melihat kuasa, pengajaran dan kehidupan Isa Al-Masih.
Isa Al-Masih berkata pula: “telah sekian lama Aku bersama-sama dengan kamu, Filipu, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: ”Tunjukanlah Bapa itu kepada kami.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9). Apakah saudara tertarik melihat bukti lainnya? Hubungi SMS/ WA 0812-9530-4930 kita dapat berdiskusi bersama.
~
Noni
*
Saya fokus no. 2. Setiap utusan adalah penuntun untuk mencapai surga. Mengikutinya harus juga mengikuti petunjuk-Nya. Ada beberapa petunjuk Yesus bagi pengikut-Nya agar bisa masuk surga.
Pertama, Matius 5:20. Jika ingin masuk surga hidup keagamaanmu harus lebih benar dari ahli Taurat dan orang Farisi.
Kedua, jika terlanjur melakukan dosa harus memusnahkan anggota tubuh yang berdosa itu. Ini tertulis jelas dalam Matius 5:27-30 dan Markus 9:43-50.
Petunjuk ini jelas dan tidak ada upaya pengganti seperti bertaubat.
*
Saudara Gandhy,
Kami mengharagai pemikiran saudara. Tetapi sangat baik jika saudara membaca keseluruhan perikop agar saudara bisa memahami lebih mendalam.
Jika saudara membaca perikop itu lebih lanjut, terlihat standart yang diberikan Isa Al-Masih pada murid-Nya adalah standart kehidupan yang tinggi. Sebab dalam Injil Rasul Besar Matius 5:45 Isa Al-Masih mengatakan ”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapa-Mu adalah sempurna”.
Ini bukan berbicara tentang pertobatan tetapi standart hidup para pengikut Isa Al-Masih. Dan jika pengikut Isa Al-Masih sudah percaya pada Isa Al-Masih, tentu mereka harus menjaga hidupnya agar masuk surga.
Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma