Maksiat lagi taubat lagi, maksiat lagi taubat lagi!

Padahal sebagai orang beragama saya ingin hidup baik. Saya ingin mendapatkan ibadah yang pasti diterima Allah agar bisa mencapai surga nantinya.
Namun hal ini terasa mustahil. Saya merasa telah berbuat banyak dosa dan selama hidup saya pasti tidak lepas dari pelanggaran.
Sampai akhirnya saya mendapatkan jawaban. Saya menemukan ada ibadah yang pasti diterima Allah. Mari kita lihat bagaimana caranya.
Manusia Sulit Diterima Allah
Awal kekhawatiran saya bermula saat saya mendengarkan suatu ceramah. Isinya mengutip ayat dalam Al-Quran.
“. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).
Memang inti ceramah untuk memotivasi manusia hidup benar. Namun hal ini yang membuat saya takut karena kita manusia pasti berbuat banyak sekali dosa. Dengan demikian banyak hal yang tidak baik selama hidup kita.
Inilah yang memotivasi saya untuk mencari jawaban. Bagaimana caranya saya bisa mendapat ibadah yang pasti diterima Allah.
Saya pernah menanyakan hal ini kepada ulama. Beliau menenangkan saya untuk tidak khawatir karena ada jalan keluarnya.
Menurutnya, caranya adalah dengan taubat jika berdosa. Lalu beribadah dan beramal. Karena amal baik akan menutup dosa (Qs 11:114).
Manusia Sulit Mendapatkan Ibadah yang Pasti Diterima Allah
Namun saat belajar lebih lanjut saya menemukan sebaliknya. Bahwa seolah mustahil bisa mendapatkan ibadah yang pasti diterima Allah. Saya merasa sebagai manusia tidak mungkin mendapatkannya.
Karena nanti di surga benar-benar tidak bisa ada dosa sedikitpun. Bahkan jika ada setitik kesalahan maka kita tidak akan masuk ke surga.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dari kesombongan” (Hadits Muslim No.133).

Namun rupanya kesombongan di hatipun terhitung dosa syirik. “. . . sesungguhnya riya’ yang paling ringan pun sudah terhitung syirik . . .” (Sunan Ibnu Majah 3979).
Terlebih lagi amal kita belum tentu Allah terima. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana pandangan-Nya terhadap perbuatan kita.
Contohnya, kadang orang puasa namun tidak mendapatkan faedahnya. Melainkan hanya menahan lapar dan haus saja (Hadits Ahmad 8501).
Selanjutnya Allah belum tentu menerima kurban kita. Kecuali kita menjadi orang bertakwa (Qs 5:27). Demikian juga Ia belum tentu menerima amalan kita.
Bahkan dalam hal sehari-hari seperti silaturahmi sangat berpengaruh. Allah akan memutus rahmat dari orang yang memutus silaturahmi (Sunan Tirmidzi 1847).
Adakah Ibadah Yang Pasti Diterima Allah?
Semua hal ini membuat saya takut masuk neraka. Saya merasa tidak akan mampu mencapai surga.
Hal ini seumpama seorang rakyat jelata yang mengagumi istana raja. Ia sering memandangnya dari jauh. Ia berharap satu saat cukup layak untuk bisa masuk ke dalamnya. Namun baginya hal itu sangat mustahil. Dia hanya seorang rakyat jelata yang sangat sederhana.
Semua usaha dan kegiatannya setiap hari tidak akan cukup. Tidak akan bisa membawanya layak masuk ke istana raja yang megah.
Demikianlah perasaan saya mengenai amal dan ibadah. Saya merasa tidak akan cukup untuk bisa mendekatkan diri kepada-Nya.
Mereka yang Yakin Mendapat Ibadah yang Pasti Diterima Allah

Saya melihat suasana berbeda di rumah duka. Mereka tidak menunjukan ekspresi kesedihan yang berlebihan.
Yang paling mengesankan adalah saat khotbah dari pendeta dan juga beberapa pernyatan dari keluarga. Mereka semua percaya saudara terkasihnya pasti masuk surga.
Hal ini sangat mengherankan bagi saya. Bagaimana mungkin mereka yakin telah melakukan ibadah yang pasti diterima Allah?
Karena menurut saya tidak mungkin dalam agama apapun, pemeluknya bisa seyakin ini. Yaitu terhadap hal surga dan akhirat.
Beberapa saat setelah itu saya bertanya kepada teman Nasrani. Khususnya mengenai keyakinan mereka dalam hal ibadah yang pasti Allah terima.
Cara Mendapat Ibadah yang Pasti Diterima Allah
Singkat cerita, teman saya mengajak saya ke guru agamanya supaya saya bisa mendapatkan jawaban lebih lengkap. Dari pembicaraan dengan mereka saya menemukan jawaban yang menarik.
Mereka menyatakan bahwa memang benar manusia penuh dosa. Semua perbuatan baik kita tidak mungkin membuat ibadah kita diterima Allah.
Bahkan ada dalil dalam agama mereka bahwa Allah Maha Suci. Sehingga perbuatan baik manusia sekalipun, terlihat kotor di hadapan Allah.
“Kami semua seperti orang najis, dan segala kebenaran kami seperti kain cemar . . .” (Taurat, Yesaya 64:6).
Dan juga memang benar manusia pasti berdosa. Sehingga tidak ada satupun yang bisa diterima Allah. Karena itulah Allah memberikan pertolongan-Nya.
“Tidak seorang pun diterima oleh Allah karena melakukan hal-hal yang terdapat dalam hukum agama. Sebaliknya hukum itu cuma menunjukkan kepada manusia bahwa manusia berdosa. Allah menunjukkan jalan bagaimana manusia diterima oleh dia. Yaitu hanya jika manusia mengimani Isa Al-Masih” (Injil, Rum 3:20-22 BIS, parafrasa).
Ibadah yang pasti diterima Allah adalah dengan manusia mengimani dan menjadi pengikut Isa. Karena melalui Isa, Allah mengampuni dosa. Pengorbanan Isa pada kayu salib untuk menanggung hukuman atas dosa manusia.
Hal ini adalah karena Isa merupakan penjelmaan Allah sendiri yang menjadi manusia. Ia datang dalam wujud manusia untuk menyelamatkan kita.
Pertolongan Allah untuk Ibadah Manusia
Selanjutnya Isa juga mengajarkan jalan kasih. Isa memperkenalkan dirinya sebagai jalan kepada Allah. Hal ini tercatat dalam Injil, Yahya 14:6.
Saat kita menjadi pengikut Isa, ada bimbingan Allah. Yaitu yang akan menuntun kita sampai mendapatkan surga.
Penjelasan ini menjawab pertanyaan saya. Bahwa rupanya memang mustahil manusia bisa melakukan ibadah yang pasti diterima Allah. Kecuali jika Allah sendiri yang menyediakan jalan-Nya.

Demikian juga dengan kita. Ibadah kita bisa diterima Allah dan kita bisa masuk surga. Namun semua hanya karena rahmat-Nya.
Tentu saja saya tidak langsung menerima semua informasi ini. Namun saya terus teringat dan merenungkannya sampai bertahun-tahun setelahnya, karena saya tidak menemukan cara lain untuk bisa selamat. Saya sadar manusia tidak mampu diterima Allah dengan usaha kita sendiri.
Mari Menerima Pertolongan-Nya!
Bagaimana dengan Anda? Yakinkah Anda mendapat ibadah yang pasti diterima Allah?
Kita tidak akan mampu mencapainya dari usaha kita sendiri. Mari menerima pertolongan-Nya untuk mendapatkan ampunan dosa dan surga.
“. . . percayalah kepada Isa, Junjungan kami Yang Ilahi, maka engkau akan diselamatkan; engkau dan seisi rumahmu” (Injil, Kisah Para Rasul 16:31).
Allah pasti akan menerima Anda melalui Isa. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Surga dan Neraka Menurut Al-Quran: Cara Masuk Surga
- Allah Memberi Petunjuk Kepastian Surga, Sudahkah Anda Mendapatkannya?
- Dapatkah Amal Baik Kita Memenuhi Syarat Masuk Surga?
Video:
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa manusia tidak dapat mengabdi kepada Allah dengan sempurna, tanpa melanggar perintah dan larangan-Nya?
- Dapatkah manusia menyelamatkan diri dari hukuman kekal atas dosa atau ibadah kepada Allah yang tidak sempurna itu? Mengapa?
- Bagaimana Isa Al-Masih memberikan solusi atas ketidaksempurnaan pengabdian manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/ SMS ke: 0812-9530-4930

~
Staff IDI,
Inti dari jawaban pertanyaan itu adalah: “Sembahlah Allah – Tuhan ku dan Tuhanmu, tiada yang lainnya lagi, dan itulah jalan yang lurus” (Qs 19:36).
~
Saudara Olaf,
Terima kasih atas jawabannya.
Agar jawabannya lebih fokus. Berikut saya kutip kembali pertanyaan-pertanyaannya:
1. Mengapa manusia tidak dapat mengabdi kepada Allah dengan sempurna, tanpa melanggar perintah dan larangan-Nya?
2. Dapatkah manusia menyelamatkan diri dari hukuman kekal atas dosa atau ibadah kepada Allah yang tidak sempurna itu? Mengapa?
3. Bagaimana Isa Al-Masih memberikan solusi atas ketidaksempurnaan pengabdian manusia?
Terima kasih.
~
Daniar
~
Kekuatan fisik adalah kekuatan daya tubuh seseorang. Tetapi kalau kekuatan hati lebih sangat berpengaruh dalam hal pikiran dan mental seseorang. Ada saran yang didapatkan kuat kuat jamu kali obat kuat itu.
~
Saudara Nalom,
Firman Allah mengingatkan kita bahwa “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat,…” (Injil, Rasul Markus 7:21). Sehingga kekuatan fisik dan hati kita tidak dapat membuat ibadah kita sempuran. Meskipun merasa diri kuat, suci, faktanya di mata Allah hidup kita penuh dosa, bukan?
~
Daniar