Ada seorang pegawai baru kantor. Ia sering berkata manis dan memuji atasannya.
Sebenarnya mengucapkan kata pujian adalah baik. Namun tindakannya ini malah mendapat celaan dari teman kantor lainnya.
Banyak orang melihatnya tidak tulus. Ia hanya mencari muka. Tujuannya agar cepat mendapat promosi.
Memuji Allah adalah baik. Namun motivasi hati dan cara memuji Allah dalam doa juga perlu diperhatikan.
Apakah pujian Anda selama ini dilakukan dengan benar? Apakah Anda yakin Allah pasti menerima ibadah Anda?
Mari kita lihat bagaimana cara memuji Allah dalam doa agar pasti mendapat rahmat-Nya.
Wajib Memuji Allah
Umat Islam yang ingin takwa perlu memuji Allah. Ada banyak perintah dalam Al-Quran dan Hadis untuk melakukannya.
Sebagai contohnya ada kisah orang beribadah dengan tergesa-gesa. Kemudian ia mendapat teguran Nabi Islam.
“. . . ‘Engkau telah tergesa-gesa wahai orang yang melakukan shalat. Apabila engkau melakukan shalat dan duduk maka pujilah Allah dengan pujian yang menjadi hak-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdoalah kepada-Nya!’ . . . ‘maka akan dikabulkan doamu!’” (Sunan Tirmidzi 3398).
Dari Hadis ini kita bisa mengambil beberapa hal tentang memuji Allah. Pertama hal ini adalah kewajiban. Kedua memuji Allah adalah hak-Nya. Karena memang Dia layak mendapatkan pujian.
Selanjutnya memuji Allah juga berguna untuk kebaikan kita. Yaitu sebagai bentuk hati yang mengucap syukur. Dan juga berharap mendapat pengabulan doa kita.
4 Cara Memuji Allah dalam Doa
Ada berbagai cara memuji Allah dalam doa menurut ajaran Islam. Mari kita lihat beberapa diantaranya.
- Mengucapkan kalimat pujian.Contoh cara memuji Allah dalam doa adalah dengan mengucapkan: “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah), “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar), dan “Subhanallah” (Maha Suci Allah).
- Menyebut nama-nama Allah (Asmaul Husna).Kita bisa menyebutkan nama-Nya sesuai permohonan doa. Misalnya menyebut “Al-Ghaffar” (Allah Maha Pengampun).
- Mengagungkan Allah dengan sifat-sifat-Nya.Misalnya dengan menyatakan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan dipuji.
- Memulai doa dengan pujian.Disunnahkan seperti yang tertulis pada Hadis di atas. Contohnya, mengucapkan, “Ya Allah, Engkau adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Hukuman Jika Tidak Memuji-Nya

Contohnya dalam Hadis di atas, terdapat ancaman. Allah tidak akan mengabulkan doa jika tidak didahului dengan pujian.
Selanjutnya Al-Quran memberi banyak peringatan bagi orang yang tidak memuji Allah. Yaitu berpaling dari-Nya.
“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi . . . Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal . . . kemudian kamu masih ragu-ragu . . . Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka . . . Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri . . . maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka” (Qs 6:1,2,6,10).
Memuji Allah dengan Takut

Bagaimana jika seorang anak kecil meminta permen kepada ayahnya, namun ada syarat. Yaitu sang anak perlu memuji ayah terlebih dahulu.
Jika ia melakukannya maka akan mendapat permen. Namun sebaiknya, jika ia tidak melakukannya malah akan mendapat pukulan. Apakah sang anak akan memuji ayahnya dengan tulus?
Demikianlah dilema para ulama salaf. Mereka adalah ulama Islam yang hidup pada tiga generasi pertama. Al-Quran menyatakan ketakutan mereka.
“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, . . . Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (Qs 23:55-60).
Jika demikian kondisi para ulama salaf, terlebih lagi keadaan kita. Dalam hal ini bagaimana cara memuji Allah dalam doa yang baik dan mendatangkan sejahtera?
Teladan Cara Memuji Allah dalam Doa
Mari kita lihat cara memuji Allah dalam doa melalui kehidupan Nabi Daud. Hadis menyatakan ibadah yang paling Allah cintai adalah ibadah Nabi Daud (Shahih Bukhari 1063).
Kita melihat pujian Nabi Daud dari Kitab Zabur, pasal 69. Dalam doanya, Nabi Daud memohon pertolongan Allah. Ia meminta keselamatan dari banyak musuh yang menyerangnya.
“Ya Allah, selamatkanlah kiranya aku karena air hampir merenggut nyawaku. Aku tenggelam di lumpur yang dalam, . . . Orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak daripada rambut di kepalaku . . .” (ayat 2,3,5).
Menariknya, Nabi Daud berdoa kepada Allah dengan keberanian. Ia tidak merasa takut Allah akan menolaknya. Atau ia tidak takut hukuman Allah karena dosanya.
“Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi dari-Mu . . . Tetapi, aku berdoa kepada-Mu, ya Allah, pada waktu keridaan-Mu” (ayat 6,14).
Cara memuji Allah dalam doa dari contoh Nabi Daud ada pada bagian akhir. Ia tidak berkewajiban harus memuji di awal doa.
Dan Allah menolongnya! Nabi Daud memperoleh keselamatan Allah.
“Aku hendak memuji nama Allah dengan nyanyian, dan mengagungkan Dia dengan ucapan Syukur . . . Allah mendengarkan kaum duafa, dan Ia tidak memandang rendah umat-Nya yang ditahan . . . karena Allah akan menyelamatkan . . .” (69:31,34,36).
Dasar Pujian Nabi Daud

Rupanya Nabi Daud melakukan hal ini karena ia percaya rahmat Allah. Allah yang Maha Baik akan menyelamatkan umat-Nya.
Ia akan memberikan rahmat-Nya. Bahkan juga akan menyematkan dari hukuman akhirat.
“Segala puji bagi Tuhan, yang menanggung beban kita sehari-hari. Allah adalah sumber keselamatan kita. Bagi kita, Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan, dan pada Allah Taala ada kelepasan dari maut” (Zabur 68:20-21).
Jadi dasar kepercayaan Nabi Daud adalah bahwa Allah menyelamatkan umat-Nya. Hal ini tergenapi sepenuhnya dalam Pribadi Isa Al-Masih.
Isa lahir dari Ruh Allah melalui seorang perawan. Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.
Tujuannya adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa. Dan memberikan kepastian surga.
Isa Al-Masih sendiri menyatakan keterkaitan-Nya dengan Nabi Daud.
“Aku, Isa, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang hal-hal ini kepadamu . . . Akulah akar dan keturunan Daud, Aku bintang fajar yang gilang-gemilang [Sang Juruselamat]” (Injil, Wahyu Yahya 22:16).
Pujian dari Ketulusan Tanpa Paksaan
Ada cara memuji Allah dalam doa yang sangat baik. Memuji-Nya dalam ketulusan dan kebebasan.
Kita mendapatkannya di dalam Isa Al-Masih. Melalui-Nya ada jaminan pengampunan dosa. Juga ada jaminan surga.
Kita akan memuji Allah karena sangat mensyukuri pengampunan dari-Nya. Bukan karena takut akan dihukum.
Maukah Anda menerima rahmat pasti dari Allah? Rahmat yang akan mengakibatkan ucapan syukur dan pujian kepada-Nya?
Kita menerimanya dengan mengimani Isa Al-Masih. Juga selanjutnya dengan menjadi pengikut Isa dan mengamalkan ajaran-Nya.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Terlalu Banyak Aturan: Inikah Cara Menyembah Allah Yang Benar?
- Inspirasi Teladan Ibadah Nabi Daud Bagi Mukmin
- Apakah Allah Menerima Ibadah Yang Dilakukan Karena Terpaksa?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara jika perintah memuji Allah juga disertai ancaman hukuman?
- Bagaimana pendapat Saudara jika cara memuji Allah dalam doa adalah kewajiban, dapatkah kita melakukannya dengan tulus?
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai pujian Nabi Daud yang sangat tulus dan sukacita?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
[Staff Isa dan Islam – Pernahkah Saudara bertanya mengapa umat Kristen suka memuji Allah? Bacalah artikel ini: “Mengapa Orang Kristen Suka Menyanyi”.]
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930

*
Sungguh Agung Kuasa Tuhan memberikan kejelian yang diperlukan bagi setiap orang percaya, dari situ kita mengenal sesungguhnya Tuhan. Tuhan bukanlah “kuasa” yang gila sembah dan pujian.
Terima kasih atas pencerahan ini, Tuhan selalu memberkati orang yang celik matanya pada kebenaran.
~
Saudara Darius,
Terima kasih untuk komentar yang telah saudara berikan juga apresiasi saudara atas situs kami.
Kami setuju dengan pendapat saudara, Tuhan bukanlah Pribadi yang “gila” kuasa dan sembah serta pujian kita. Tetapi sebagai orang yang telah menerima nikmat dari Allah, adalah wajib kita memuji dan menyembah Dia sebagai ucapan syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.
Oleh sebab itu, sebagai orang percaya adalah kewajiban kita menyembah Dia dengan segenap hati kita.
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Kitab Mazmur 103:2).
~
SO
*
Allah itu dipuji ataupun tidak Dia tetap Allah dan Dia tidak merasa kerugian sedikitpun. Akan tetapi yang diinginkan dari hamba-hamba-Nya adalah pujian yang tulus dan ikhlas dari dalam hati.
Terima kasih.
~
Sebenarnya Tuhan tidak membutuhkan pujian dari manusia atau semua ciptaan-Nya. Namun bagi kita memuji Tuhan adalah suatu ucapan kekaguman kita atas segala keajaiban Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatunya dengan sangat baik.
Pujian yang benar adalah memuji-Nya berdasarkan “kekuatan Allah”. Kita tidak sanggup memuji Tuhan dengan kekuatan kita sendiri. Apalagi kalau kita sedang berada dalam masalah atau kesulitan yang silih berganti.
Oleh sebab itu sebelum kita memuji dan menyembah Tuhan, terlebih dahulu kita meminta kekuatan dan suka-cita dari Tuhan. Adalah keinginan hati Tuhan bahwa justru ditengah-tengah persoalan yang kita hadapi kita mampu memuji-Nya.
Bagi kita, orang Kristen sudah sepantasnya kita juga bersyukur dan memuji Tuhan. Karena Ia sudah rela mengorbankan nyawanya disalib sebagai korban tebusan bagi kita. Tuhan telah menanggung semua hukuman Allah atas dosa-dosa kita, mematahkan kuasa maut dan memberi kita hidup yang kekal.
~
SL