Saya sering gelisah jika memikirkan akhirat. Sebab tidak ada jaminan bahwa saya akan masuk surga.
Banyak orang sangat takut akhirat karena takut akan hukuman Allah yang akan kita terima. Sebab, Allah Maha Suci tapi kita semua berdosa dan layak menerima hukuman.
Sehingga kita tidak bisa mendekat begitu saja kepada-Nya. Namun saya dan banyak orang lain rindu mendapatkan jaminan masuk surga.
Bagaimana kita sebagai manusia berdosa bisa mendapatkannya? Mari simak perjalanan saya menemukan jawabannya.
Bisa Masuk Neraka Karena Hal Kecil
Saya pernah membaca kisah dari seorang tabi’in. Ia menceritakan betapa sulitnya manusia masuk surga.
Dikisahkan ada seorang pemuda bertaubat. Lalu ia berbakti menjadi ahli ibadah selama puluhan tahun.
Selama hidupnya ia tidak pernah meninggalkan puasa dan selalu sholat. Ia juga hidup sederhana dan banyak beramal.
Namun setelah ia meninggal para sahabatnya mendapat mimpi. Mereka terkejut karena melihatnya di neraka. Kemudian mereka bertanya apa yang terjadi.
Ahli ibadah itu menjawab: “Saya mendapat hisab Allah. Ia mengampuni semua dosa saya kecuali satu. Yaitu saya telah mengambil lidi yang kugunakan untuk menusuk gigi tanpa seizin pemiliknya.”
Kejadian serupa dialami juru timbang. Ia terkenal baik dan beribadah selama hidup. Namun ia mengalami siksa kubur mengerikan.
Penyebabnya rupanya karena ada kesalahan yang Allah lihat. Hal ini terkesan sepele bagi manusia. Namun Allah memperhitungkannya.

Memang sang tabi’in menceritakan hal ini untuk menjadi peringatan. Tujuannya agar umat jangan lalai dengan kehidupan.
Namun semua hal ini membuat saya menjadi sangat takut. Kita tidak pernah tahu pandangan Allah. Sulit mendapat jaminan masuk surga.
Mustahil Manusia Bisa Masuk Surga
Saya sadar manusia pasti penuh dengan dosa. Selama kita masih hidup, pasti banyak dosa yang kita perbuat.
Al-Quran memberi peringatan bahwa manusia berdosa tidak bisa mencapai surga. “. . . barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).
Ingat bahwa akan ada hukuman Allah atas semua dosa yang kita lakukan. “Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya” (Qs 14:51).
Dalam kondisi seperti ini ibadah dan amalan kita sangat terbatas. Pasti jauh lebih banyak dosa yang kita lakukan. Akibatnya, hukuman yang akan kita terima lebih berat daripada yang kita sadari. Sehingga memang manusia tidak mungkin selamat karena amalannya (Shahih Muslim 5038).
Kondisi ini yang sangat membuat saya khawatir. Kita tidak mendapat jaminan masuk surga. Malahan yang ada adalah jaminan masuk neraka (Qs 19:71).
Adakah Cara Hidup di Alam Lain?
Saya mengumpamakan susahnya masuk surga seperti jika kita mau hidup di planet lain. Misalnya jika kita mau hidup di planet Jupiter. Maka hal ini mustahil.
Jupiter sebagian besar wilayahnya adalah gas. Tidak ada oksigen dalam gas itu. Rotasi planetnya juga terlalu cepat sehingga akan menghancurkan manusia.
Dalam kondisi seperti ini ada cara manusia bisa hidup di planet Jupiter. Yaitu jika ada pertolongan dari mahluk superior yang hidup di sana. Karena mereka yang tahu apa yang diperlukan sehingga bisa mempersiapkan kita untuk hidup di sana.
Tentu saja semua hal ini hanya fiksi. Kita tidak sedang berusaha hidup di planet Jupiter.
Namun hal ini mengandung prinsip penting. Bahwa demikian juga manusia tidak mungkin mendapat jaminan masuk surga, kecuali jika ada pertolongan dari Allah.
Cara Mendapat Jaminan Masuk Surga
Memang Kitab Allah menjelaskan keadaan manusia, bahwa dosa membuat kita jauh dari Allah. Tidak mungkin kita bisa mendekat kepada-Nya.

Tetapi Allah seperti orang tua yang baik. Ia mau semua anaknya selamat. Walaupun anak-anak-Nya nakal namun Allah mau menyelamatkannya.
Karena itu Allah memberikan solusi. Hanya Dia yang mampu memberikan jalan keluarnya.
Caranya adalah dengan Allah datang menjelma dalam wujud manusia. Inilah pribadi Isa Al-Masih. Isa berasal dari Ruh Allah dan adalah Kalimatullah.
Saat Isa di bumi, Ia membawa ajaran kasih Allah. Hal ini adalah panduan hidup manusia.
Karena itu yang perlu kita lakukan adalah mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka kita berubah menjadi “manusia baru.” Artinya memang secara fisik kita sama, namun hati kita berubah menjadi baru.
“Siapa ada di dalam Al-Masih, ia adalah ciptaan baru. Hal-hal yang lama sudah berlalu, dan semuanya telah menjadi baru” (Injil, 2 Korintus 5:17).
Jaminan Masuk Surga yang Pasti!
Dengan cara inilah Allah akan mengampuni semua dosa kita. Allah juga akan membimbing kita sampai akhirat. Kitab Injil meneguhkan kepastian bahwa Isa mampu memberi jaminan masuk surga.

“Sabda Isa, ‘Aku berkata kepadamu, hari ini juga engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus’” (Injil, Lukas 23:43).
Inilah hal yang sangat menyentuh hari saya. Membuat saya bisa merasa tenang karena mendapat jaminan selamat di akhirat.
Mari Ambil Keputusan Penting Sekarang Juga!
Maukah Anda mendapat jaminan masuk surga? Mari menerima jalan Allah untuk menolong manusia dengan mengimani Isa Al-Masih.
Sehingga Allah akan mengampuni semua dosa kita. Selanjutnya mari kita menjadi pengikut-Nya. Hal ini agar kita mendapat bimbingannya sampai masuk surga.
Maukah Anda mendapatkannya? Mari jangan tunda-tunda. Ambil kesempatan sekarang untuk mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Perjalanan Ke Surga: 5 Tantangan Ini Harus Mukmin Lewati
- Apakah Orang Masuk Surga Karena Rahmat Allah Atau Amal?
- Cara Mendapatkan Rahmat Allah yang Mengalahkan Murka-Nya
Video:
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut saudara, hal apakah yang membuat seorang beragama ragu-ragu akan keselamatannya?
- Selain melalui janji yang ditawarkan oleh Isa Al-Masih, adakah cara untuk menghilangkan keragu-raguan tersebut?
- Bagaimana Al-Quran dan Injil menyikapi soal keragu-raguan umatnya akan keselamatan di akhir zaman?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Rahmat Allah Dan Jaminan Masuk Surga”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930

~
To Nasrani,
Sebelum menjawab semua pertanyaan kalian, Muslim ingin bertanya: Masih bisakah Alkitab yang ayatnya kalian selalu kutip dalam forum diskusi ini bisa dipercaya sebagai Firman Allah? Kalau Allah sudah genap dan sempurna turun ke dunia sebagai firman yang hidup dan tertulis dalam diri Yesus untuk menebus dosa umat manusia?
~
Sdr. NL,
Tentu Alkitab adalah firman Allah. Sekalipun Firman Allah yang kekal yaitu Yesus Kristus lebih dari dua ribu tahun lalu datang ke dunia, tapi hal tersebut tidak mengurangi keberadaan Alkitab sebagai firman Allah.
Firman Allah dalam Kitab Suci menuliskan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yosua 1:8).
~
Saodah
~
Isa mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Sedangkan Islam mengajarkan kebencian, pembunuhan, cemooh, poligami, mut’ah, perampokan, seks di bawah umur, kesadisan dan bom bunuh diri.
Selamat Natal dan Tahun Baru.
~
Selamat Natal dan Tahun Baru juga Sdr. Jo. Kiranya damai Natal selalu mendiami hati saudara. Sehingga kasih yang telah Tuhan berikan bagi umat manusia melalui kedatangan Putera-Nya [Yesus Kristus] ke dunia, juga mendiami hati saudara.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
Soadah
~
Sdr. Muslim,
Maaf jika terpaksa kami menghapus komentar-komentar saudara. Karena sebelumnya komentar tersebut sudah ditanyakan dan kami sudah menjawabnya. Dan lagi, kami merasa komentar tersebut tidak berhubungan dengan topik artikel yang sedang dibahas.
Jika sdr tidak keberatan, kiranya sdr hanya memberi tanggapan untuk tiga pertanyaan fokus yang terdapat di bawah artikel di atas. Untuk pertanyaan di luar topik tersebut, silakan mengirimkan lewat email ke: [email protected] staf kami akan menolong menjelaskan untuk saudara.
Demikian, kiranya sdr dapat memakluminya dan mengikuti aturan yang berlaku.
~
Soadah
~
Rahmat Allah: Satu-satunya kunci masuk sorga!
Dari Jabir r.a. Katanya dia mendengar Nabi SAW bersabda: “Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Sorga atau melepaskannya dari Neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah SWT belaka!” Hadits Shahih Moslem 2412-2414.
Menurut pernyataan Al-Quran Qs 19:21, yang dimaksud dengan rahmat dari Allah ternyata adalah Putera Maryam! Jibril berkata: “Demikianlah Tuhanmu berfirman, “Hal itu adalah mudah bagiku; dan agar dapat kami menjadikannya suatu Tanda Bagi Manusia dan Sebagai Rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu Perkara yang Sudah Diputuskan.”
~
Hal senada juga terdapat dalam Kitab Suci Injil. Dikatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8).
Kasih karunia Allah tersebut terdapat dalam diri Isa Al-Masih. Sehingga, “setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
Saodah
~
Saya setuju sekali dengan Sdr. Indra. Isa Al-Masih adalah rahmat Allah Bapa, yang diulang oleh Al-Quran dengan modifikasi dalam surah yang memakai nama ibunda Isa Al-Masih. Dan yang berabad-abad sebelumnya keterangan itu sudah tertulis tegas dan jelas dalam Injil, surat rasul-rasul Isa Al-Masih dan oleh Rasul Paulus yang sangat aku idolakan.
Bandingkan ketegasan, kejelasan dan kecerdasan rasul Paulus vs Muhammad+illahnya dibawah ini:
Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Muhammad:1 “Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi dari jalan Allah, Allah menghapus segala amal mereka.”
~
Tidak ada keragu-raguan atas apa yang terdapat dalam al-Quran. Sebagai pedoman hidup yang telah mengatur segalah aspek kehidupan. Dan apa bila kita dapat istikomah dalam menjalankannya, maka kita pasti akan selamat. Baik di dunia maupun akhirat kelak, sangat reaslistis.
Tidak ada dongeng asal percaya, berbuat saja dosa sesuka hati tapi pasti masuk surga juga. Sama baik orang jahat, orang baik semua masuk surga, aneh. Dimana keadilan Tuhan? Paham ini sangat berbahaya dan menyesatkan serta tidak rasional.
~
Jika sdr berpandangan bahwa orang yang dapat menjalankan seluruh perintah Allah dalam Al-Quran dijamin pasti masuk sorga. Menurut sdr, adakah orang yang dapat melakukannya secara benar 100%?
Salah satu larangan Allah dalam Al-Quran adalah jangan melakukan dosa. Adakah manusia yang tidak melakukan dosa, sejak dia bangun tidur di pagi hari, hingga tidur di malam hari? Rasanya mustahil! Manusia yang rentan akan dosa, mustahil dapat melewati harinya tanpa dosa. Baik itu dosa yang disadari, maupun tidak!
Dan Al-Quran berkata, “Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81). Jika bukan karena Rahmat Allah, adakah manusia yang layak masuk sorga?
Benar Allah maha adil. Tapi Allah juga maha pengasih, bukan? Bukti kasih Allah adalah Rahmat/anugerah keselamatan yang diberikan melalui Isa Al-Masih!
~
Saodah
~
Kenapa bertanya keraguan Alkitab? Tanyakanlah kenapa punya kalian ditulis setelah Alkitab ada. Mau pakai logika? Mana mungkin Alkitab mengutip kitab Anda sedangkan Ia lebih dahulu ada. Kemanakah pemahaman kalian? Sehingga pertanyaan semua orang itu-itu saja? Berarti tidak mengerti sehingga tidak mau menjawab, malah hanya bertanya.
~
Maaf Sdr. Dian Vivian,
Kami kurang mengerti maksud komentar sdr di atas. Siapakah yang sdr maksud, yang bertanya soal keraguan Alkitab? Apakah sdr meragukan Alkitab sebagai firman Allah? Kami sendiri jelas mengakui 100% bahwa Alkitab adalah firman Allah.
Artikel di atas membahas soal rahmat Allah bagi umat beragama. Dimana Rahmat Allah tersebut telah diberikan melalui Isa Al-Masih. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
Nah, bagaimana menurut sdr. Apakah sdr percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Rahmat Allah?
~
Saodah
~
Sdr. Pengikut Nabi Isa,
Maaf jika terpaksa komentar sdr kami hapus. Saran kami, kiranya komentar yang sdr berikan hanya menanggapi topik artikel yang sedang dibahas. Atau setidaknya menjawab salah satu dari tiga pertanyaan fokus yang tersedia. Dengan demikian, diskusi kita dapat terfokus dan tidak melebar ke hal-hal lain.
Demikian, kiranya sdr dapat memakluminya dan dapat mengikuti aturan yang sudah ada. Terimakasih!
~
Saodah
~
Staf IDI,
Di dalam ajaran Islam dilarang untuk ragu-ragu tentang keselamatan di akhirat. Selama kami berusaha mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya, janji Allah SWT itu pasti.
Malah justru saya merasa ragu dengan konsep penebusan dosa, apa lagi dengan pengakuan dosa yang membuat kita jadi bersih, yang ditawarkan oleh agama Kristen, kenapa? Setiap kali saya mendengar konsep ini, saya selalu teringat dengan kata “instan.”
Taukah Anda kalau manusia itu diciptakan Allah dengan akalnya? Hari ini saya memperkosa orang, dengan pengakuan dosa saya kembali bersih. Dan seterusnya kembali bersih. Nukankan di sini tampak tidak adilnya Tuhan Anda. Makanya Islam menawarkan konsep Hablum minannas wa Hablum minnallah, ini baru tampak Allah itu maha adil.
~
Sdr. Love Eesho Msheekha,
Jika memang dalam ajaran Islam dilarang ragu-ragu tentang keselamatan akhirat, mengapa umat Muslim ketika ditanya tentang keselamatan mereka selalu berkata “insyallah”? Bahkan tidak jarang orang Islam menghina orang Kristen, atas keyakinan mereka akan kepastian keselamatan.
Sdr. Love Eesho Msheekha, konsep penebusan dosa yang diberikan oleh Isa Al-Masih bukan konsep “instan” seperti yang sdr pikirkan. Tapi konsep ini lahir akibat dari kemurahan hati Allah bagi manusia. Karena Allah tahu, bahwa manusia itu tidak dapat mengusahakan sendiri keselamatannya. Bukankah sdr sendiri dalam artikel lain berkata “tidak ada manusia yang sempurna, yang dapat melakukan kehendak-Nya 100% dan menjauhi larangan-Nya 100%”?
Justru menurut kami, konsep keselamatan yang ditawarkan oleh agama Islam adalah konsep keselamatan kesombongan. Merasa dengan kekuatan sendiri dapat mengusahakan keselamatannya. Sehingga dengan rasa sombong menolak keselamatan yang ditawarkan Allah melalui Isa Al-Masih.
~
Saodah
~
Allah yang benar dan penuh kasih adalah yang memberi “jaminan keselamatan” bagi manusia. Bagaimana kita dapat mempecayai allah yang tidak bisa memberi jaminan keselamatan seperti patung berhala?
Usaha (amal ibadah) sendiri akan sia-sia jika allah yang disembah tidak memberi jaminan keselamatan.
Jika ada Allah yang memberikan jaminan keselamatan, mengapa harus ikut pada allah lain yang tidak bisa memberi jaminan keselamatan?
~
Sdr. Pengkhotbah,
Kami setuju dengan penjelasan sdr di atas.
Sebagaimana firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
Maka sudah seharusnyalah kita bersyukur akan kasih dan anugerah Allah yang telah menyediakan jaminan keselamatan bagi kita. Bukan malah sebaliknya, menolak anugerah keselamatan tersebut.
~
Saodah
~
Tidak ada manusia yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri, semua butuh pertolongan dari orang lain dan juga Allah. Dan ketika Allah memberikan pertolongam untuk menyelamatkan manusia, manusia malah menolaknya dan berkata, aku tidak butuh pertolonganmu, aku akan berusaha sendiri untuk keselamatanku. Itulah kesombongan. Menolak Rahmat dari kemurahan Allah adalah kesombongan.
Ketahuilah bahwa Rahmat dari kemurahan Allah ini adalah Isa, Isa adalah uluran tangan Allah untuk menolong manusia, kenapa harus ditolak dan tidak dipercaya? Terimalah Isa sebagai uluran tangan Allah untuk menolong kita dari kubangan lumpur dosa, yang akan mengangkat dan membersihkan kita dari dosa agar kita pantas untuk berdiri dihadapan Allah.
~
Sdr. Pengkhotbah,
Ijinkanlah saya menambah satu firman Allah yang berhubungan dengan komentar sdr di atas.
Tertulis dalam Kitab Suci Injil, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
Allah sendiri lewat firman-Nya sudah menegur manusia untuk tidak menyombongkan diri karena merasa mampu untuk mengusahakan sendiri keselamatannya. Sebab keselamatan itu adalah anugerah dari Allah. Lantas, apa hak kita untuk melanggar firman-Nya?
~
Saodah
~
Tuhan Yesus memberkati Anda dan seluruh Staf Isa dan Alfatihah. Terus kobarkan berita Keselamatan yang diberikan Elohim Israel Abraham, Ishak, dan Yakub lewat Tuhan Yesus. Dan saya percaya Tuhan Yesus adalah Firman Elohim yang hidup bagi semua manusia. Haleluyah. Amin.
~
Sdr. Agghy,
Terimakasih untuk support dan doa serta dukungan saudara. Kiranya dengan pertolongan Roh Allah, kami membagikan Kabar Baik bagi kemuliaan nama-Nya.
~
Saodah
~
Saya hanya Ingin bertanya satu hal saja. Mengapa umat Islam menggunakan Bahasa Arab dalam shalatnya? Bukankah Allah Maha Mengetahui, yang berarti mengetahui seluruh ucapan/bahasa yang kita ucapkan?
~
Saudara Pejalan,
Benar sekali bahwa Allah Maha Mengetahui, apapun bahasa yang kita gunakan saat menghadap-Nya, Allah pasti memahaminya. Tentu umat Muslim memiliki alasan sendiri mengenai penggunaan bahasa Arab, sebab nabi Islam berasal dari Arab dan mengajarkan untuk menggunakan bahasa Arab saat beribadah. Al-Quran pun berbahasa Arab.
Jika saudara ingin mengetahu lebih lanjut silakan melihat artikel kami yang berkaitan di https://tinyurl.com/y5r4mvkn
~
Noni
~
Ini artikel apa, tidak jelas isinya. Paham tentang kalimat-kalimat Alkitab tidak sih?
~
Saudara Intan,
Terimakasih atas komentar saudara. Mohon penjelasannya bagian mana yang tidak jelas bagi saudara siapa tahu kami bisa mengklarifikasi. Saudara dapat menyampaikan tanggapan saudara dan dengan senang hati kami bersedia mendiskusikannya.
~
Noni
~
Saya sering melihat Tuhan, tapi dirumahnya orang Kristen rambutnya sebahu baju dalam. Tetapi saya meragukan apakah Tuhanya itu pake kolor apakah tidak. Dan yang paling menbingungkan kenapa Tuhanya disunat sama manusia padahal diakan tuhan dan umatnya tidak disunat apakah tidak patuh terhadap ajaranya atau meragukan juga. Sekian
~
Saudara Dhi,
Terimakasih atas tanggapannya. Kita manusia yang tidak berdaya ini sepatutnyalah menghormati Allah. Jika saudara tidak mengenal Allah hal itu menjadi masalah besar bagi saudara kelak. Apa yang saudara hinakan mengenai Isa Al-Masih sama dengan menghinakan Allah yang menjadikan saudara. Karena itu mintalah ampunan daripada Allah sebelum terlambat. Dan Allah tentulah mengasihi dan akan mengampuni saudara.
~
Noni
~
Orang Islam pasti masuk surga, orang kafir pasti masuk neraka. Namun setiap manusia berubah-ubah, terkadang sekarang Muslim besok kafir, dan sekarang kafir besok Muslim. Jika ada orang Islam berkata semoga masuk surga itu artinya semoga selalu menjadi Muslim selamanya, bukan karena ragu masuk surga atau neraka.
~
Saudara Ahmad,
Terimakasih atas penjelasannya. Kitab suci Islam mengakui bahwa umat Islam pasti memasuki neraka. Tetapi saudara mengatakan masuk surga, jadi bagaimana saudara menjelaskan hal ini? Lebih lanjut, apakah amal dan ibadah saudara dapat menjadi jaminan bahwa saudara tidak akan masuk neraka? Perhatikanlah Adam dan Hawa, dosanya satu tetapi amal dan ibadahnya sempurna.
Mereka mendapatkan hukuman akibat satu dosa itu bahwa di usir dari taman itu. Bandingkan dengan dosa saudara manakah lebih banyak dengan nabi Adam, jadi masihkah saudara berpikir dapat selamat dari hukuman kekal di neraka itu?
~
Noni
*
Saya fokus no. 3.
Dalam Al-Quran tidak ada keraguan. Admin hanya menyampaikan cerita kisah tabi’in tapi tidak mencantumkan ayat Al-Quran tentang jaminan ampunan. Ada 8 ayat Allah menjamin ampunan.
1. Zumar 53
2. Furqon 70
3. Taha 8
4. Nisa 48
5. Sad 66
6. Nuh 10
7. Gafir 42
8. Ali Imran 133
Kalau dalam Kristen saya malah tidak melihat ayat pengampunan dosa bagi Kristen yang melakukan dosa. Tapi malah perintah membuang anggota tubuh jika ingin masuk surga. Matius 5:27-29, Markus 9:41-50.
*
Saudara Gandhi Waluyan,
Kami menghargai pendapat saudara di atas. Memang ayat-ayat Al-Quran tersebut menyebutkan tentang pengampunan, tetapi benarkah Allah yang berfirman di sana? Frasa pada ayat Zumar 53 hanya menyebutkan, “Katakanlah:…”
Kata ‘katakanlah’ tidak menjelaskan siapa yang menyatakannya. Jika Allah yang berfirman di sana, adakah bukti bahwa Allah menyatakan diri kepada manusia?
Hal ini berbeda dengan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih berfirman, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).
Isa Al-Masih memberikan ampunan dosa bagi banyak orang. Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma